PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar aksi bertajuk “Seruan Aksi: Reset Indonesia & Evaluasi Kabinet Merah Putih”, Kamis (21/05).
Aksi tersebut berlangsung pukul 17.00 WITA di depan Menara Pinisi UNM dengan titik kumpul massa di kawasan Gunung Sari. mahasiswa menyerukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Aksi ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi kemahasiswaan.
Menanggapi aksi Reset Indonesia & Evaluasi Kabinet Merah Putih tersebut, salah satu pengendara yang sempat beristirahat Herman, memberikan pandangan berbeda. Ia mendukung aksi mahasiswa sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mahasiswa memang harus tetap kritis. Menurut saya aksi seperti ini bagus selama penyampaiannya tertib dan tidak merusak fasilitas umum,” ujar Herman.
Namun, tidak semua masyarakat menilai aksi demonstrasi tersebut membawa dampak positif. Sejumlah warga justru menganggap kegiatan turun ke jalan sering kali tidak memberikan perubahan yang signifikan dan lebih banyak mengganggu aktivitas umum di sekitar lokasi aksi.
“Kalau menurut saya, aksi seperti ini kadang tidak terlalu memberi dampak nyata. Ujung-ujungnya hanya membuat jalan macet dan aktivitas masyarakat terganggu, sementara hasil yang diharapkan belum tentu ada,” ujar Andi. (*)
*Reporter: M. Zaky Asryan. A







