PROFESI-UNM.COM – Semua mahasiswa pasti pernah mersakan stres.Tugas yang menumpuk, deadline yang mepet, hingga tekanan nilai membuat banyak mahasiswa merasa kewalahan dan kelelahan setiap harinya.
Hal pertama yang perlu mahasiswa sadari adalah stres itu normal, tapi tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kenali tanda-tandanya lebih awal, seperti susah tidur, gampang emosi, atau tiba-tiba kehilangan semangat untuk melakukan apapun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu cara paling sederhana untuk mulai keluar dari lingkaran stres adalah dengan menulis daftar tugas. Tidak perlu yang rumit, cukup catat apa yang harus diselesaikan hari ini agar kepala tidak penuh memikirkan semuanya sekaligus.
Jangan remehkan kekuatan bergerak, karena olahraga ringan punya efek luar biasa bagi suasana hati. Cukup jalan kaki sore atau peregangan sebentar, tubuh akan melepaskan hormon yang bikin pikiran terasa lebih ringan dan segar.
Tidur juga bukan kemewahan, melainkan kebutuhan yang sering mahasiswa korbankan demi begadang mengerjakan tugas. Padahal kualitas tidur yang baik justru membuat otak bekerja lebih optimal dan emosi lebih stabil keesokan harinya.
Jangan terlalu sering memendam perasaan sendirian, karena ngobrol dengan teman atau orang terdekat bisa sangat membantu. Kadang kita tidak butuh solusi, hanya perlu sesorang yang mendengarkan dan mengingatkan bahwa kita tidak berjuang sendirian.
Prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan sering kali jadi biang keladi stres yang makin parah. Mulai dari yang kecil dan mudah dulu, karena menyelesaikan satu tugas saja sudah cukup memberi rasa lega yang nyata.
Kita memang tidak bisa sepenuhnya menghindari stres, tapi kita bisa mengelolanya dengan cara yang tepat. Mahasiswa yang bisa menjaga keseimbangan antara akademik dan kesehatan mentalnya justru cenderung lebih tangguh dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan. (*)
*Reporter: Azizah Auliyah







