PROFESI-UNM.COM – Sofyan Basri, dosen Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), menjadi narasumber dalam kegiatan Talkshow Pendidikan. Selain itu, kegiatan ini bertempat di Sekretariat Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Makassar, Selasa (23/4).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dekolonisasi Pendidikan”. Dalam pemaparannya, Sofyan Basri turut menyoroti penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa terdapat penelitian dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan penelitian tersebut menunjukkan sebagian besar pengguna AI belum mampu merefleksikan hasil yang teknologi tersebut berikan. Juga, penelitian ini MIT lakukan pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penelitian MIT menunjukkan bahwa sekitar 83 persen pengguna AI belum mampu merefleksikan hasil kerja AI. Penelitian ini terlaksana pada tahun 2026,” ujarnya.
Selain mengkritik tentang pengguna AI. Sofyan juga menyinggung bahwa AI memiliki keterbatasan dalam memahami konteks budaya lokal.
Ia menjelaskan bahwa warna ungu dalam budaya Bugis memiliki makna tertentu. Hal tersebut tidak serta-merta dapat AI pahami.
“Dalam bahasa Bugis, warna ungu memiliki makna khusus. Hal-hal seperti ini belum tentu bisa ditangkap oleh AI,” tuturnya. (*)
*Reporter: Kirei Augusta Aunatullah Uzhma







