Diskusi Kontemporer Bahas Arah Reformasi Polri, Soroti Krisis Etik dan Kepercayaan Publik

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama pada Kegiatan Diskusi Kontemporer FIS-H UNM, (Foto: Ist.)

Foto Bersama pada Kegiatan Diskusi Kontemporer FIS-H UNM, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (BEM FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) berkolaborasi dengan Himpunan Adminstrasi Negara (Himagara) dan Himpunan Mahasiswa Hukum Bisnis (Himahum) FIS-H UNM menggelas Diskusi Kontemporer.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis atas dinamika reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pasca pemisahan dari TNI. Kegiatan ini mengangkat tema “Quo Vadis Reformasi Polri: Menuju Polisi Sipil atau Ladang Patologi?”.

Menteri Pendidikan dan Pelatihan BEM FIS-H UNM, Andi Noor Mubarak, menjelaskan bahwa tema yang pada kegiatan ini lahir dari kegelisahan kolektif atas berbagai persoalan yang terus berulang dalam tubuh Polri.

“Alih-alih menjadi institusi sipil yang profesional, humanis, dan akuntabel sebagaimana amanat reformasi. Akan tetapi, realitas menunjukkan masih adanya krisis etik dan struktural yang belum terselesaikan,” ujarnya Ahad (1/3).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan sebuah pandangan akademis terkait arah reformasi Polri yang telah berjalan lebih dari dua dekade. Apakah reformasi tersebut benar-benar mengarah pada model polisi sipil dalam kerangka negara hukum. Selain itu, apa justru masih menyisakan patologi kelembagaan yang terus mereproduksi penyimpangan.

Baca Juga Berita :  PKK FT Gelar Seleksi Pemilihan Model untuk Fashion Show

“Diskusi ini juga kami lihat dari perspektif akademis, apakah reformasi yang telah berjalan lebih dari dua dekade benar-benar mengarah pada model polisi sipil dalam kerangka negara hukum. Selain itu, apa justru menyisakan patologi kelembagaan yang terus mereproduksi penyimpangan,” jelasnya.

Terkahir, Mubarak berharap pertanyaan “Quo Vadis?” tidak berhenti pada tataran retorika, melainkan menjadi kompas moral dalam mengawal reformasi institusi kepolisian.

“Kami ingin memastikan reformasi benar-benar menuju polisi sipil yang humanis, profesional, dan akuntabel, bukan terjebak dalam siklus patologi kekuasaan,” tegasnya. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

BEM UNM Angkat Bendera One Piece sebagai Bentuk Perlawanan dalam Demo Tolak RUU KUHP
GAPPEMBAR UNM & UINAM Gelar LK I, Cetak Pemimpin Berkarakter
LK FEB UNM Serukan Solusi Efektif Atasi Krisis Sarpras Pendidikan
FIKK UNM Gelar Aksi Solidaritas Peringati Hari Buruh Nasional
Massa Aksi Tutup Jalan Depan UNM, Tuntut Keadilan bagi Buruh
Mahasiswa UNM Turun Aksi Peringati Hari Buruh
[FOTO] Aliansi Mahasiswa UNM Serukan Isu Pendidikan, Politik hingga Lingkungan di Hari Buruh Internasional
Inpres No 1 Tahun 2025 Dianggap Menjadi Akar Permasalahan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:23 WITA

Diskusi Kontemporer Bahas Arah Reformasi Polri, Soroti Krisis Etik dan Kepercayaan Publik

Selasa, 5 Agustus 2025 - 23:13 WITA

BEM UNM Angkat Bendera One Piece sebagai Bentuk Perlawanan dalam Demo Tolak RUU KUHP

Selasa, 13 Mei 2025 - 00:55 WITA

GAPPEMBAR UNM & UINAM Gelar LK I, Cetak Pemimpin Berkarakter

Sabtu, 3 Mei 2025 - 14:41 WITA

LK FEB UNM Serukan Solusi Efektif Atasi Krisis Sarpras Pendidikan

Jumat, 2 Mei 2025 - 23:13 WITA

FIKK UNM Gelar Aksi Solidaritas Peringati Hari Buruh Nasional

Berita Terbaru

Sampul Tabloid 293

Tabloid

E-TABLOID 293

Rabu, 4 Mar 2026 - 14:12 WITA

Sepatah Kata Ketua Umum Baru LPM Penalaran Tahun 2026 Pada Sesi Penutupan, (Foto: Ist.)

Tak Berkategori

Raker LPM Penalaran Perkuat Komitmen dan Sinergi Pengurus 2026

Selasa, 3 Mar 2026 - 23:46 WITA