PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi, Andi Rijal Rivai, resmi terpilih sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2025–2026.
Rijal mengungkapkan amanah sebagai Presiden BEM FEB merupakan tanggung jawab besar yang harus ia jalankan dengan baik sesuai dengan aturan lembaga.
“Saya bersyukur atas amanah menjadi Presiden BEM FEB yang merupakan tanggung jawab besar. Atas dasar kepercayaan itu, saya harus menjalankan amanah ini sesuai aturan main lembaga,” ujarnya Senin, (16/3).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rijal menegaskan akan menghadirkan sejumlah inovasi untuk memperkuat peran BEM di kalangan mahasiswa. Satu fokus utamanya menjaga nama baik lembaga sekaligus memaksimalkan fungsi BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengawal berbagai isu di lingkungan mahasiswa.
“Inovasi yang saya gaungkan bagaimana menjaga nama baik lembaga BEM FEB. Selain itu, memaksimalkan peran BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengawal setiap isu yang hadir di kalangan mahasiswa,” tegasnya.
Presiden BEM FEB Terpilih
Ia berkomitmen meningkatkan kajian strategis terhadap berbagai isu yang berkembang agar mahasiswa dapat memahami persoalan secara lebih kritis serta terlibat aktif dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan.
“Tentunya bagaimana saya mampu meningkatkan kajian strategis setiap isu yang berkembang sehingga mahasiswa memahami dan membuka daya berpikir kritis mereka. Terlibat aktif dalam setiap kegiatan lembaga kemahasiswaan, khususnya yang ada di FEB UNM,” tambahnya.
Rijal menilai komunikasi yang baik dan ruang demokratis menjadi kunci utama mahasiswa merasa dihargai dan mau terlibat aktif dalam organisasi.
“Dalam organisasi kita harus mampu membangun komunikasi yang baik kepada mahasiswa. Setiap suara, pendapat, serta saran dari anggota harus kita dengar. Kita harus menciptakan ruang yang demokratis agar mereka merasa dihargai,” ungkapnya.
Rijal menyampaikan bahwa BEM harus menjadi ruang bagi seluruh mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam berbagai program organisasi. Ia berharap organisasi dikenal secara struktural di kampus dan menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan ruang perjuangan bagi mahasiswa.
“BEM harus menjadi rumah bagi seluruh mahasiswa, bukan hanya bagi pengurus di dalamnya. Kepemimpinan di BEM bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang tanggung jawab untuk membawa aspirasi mahasiswa dan memperjuangkannya secara kolektif. Selain itu menjadi organisasi yang responsif terhadap isu-isu mahasiswa dan mampu menghadirkan program yang benar-benar berdampak bagi pengembangan kapasitas mahasiswa,” harapnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







