PROFESI-UNM.COM — Dua mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengukir prestasi internasional di Malaysia. Taufik Hidayat dan Ilham Nur berhasil meraih juara dalam ajang International Business Plan Competition pada 9–12 Desember 2025.
Taufik Hidayat salah satu perwakilan tim dalam wawancaranya mengungkapkan motivasi awal dari mengikuti perlombaan ini. Ia mengungkapkan bahwa ia ikut karena ajakan dari temannga yg telah mengikuti lomba yang sama sebelumnya
“Motivasi sebenarnya berawal dari ajakan teman saya dari KWU. Sebelumnya kami pernah menjadi rekan setim di lomba business plan lain, dan dia melihat ada peluang besar di kompetisi ini,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Taufik menambahkan bahwa sejak awal timnya memiliki rasa percaya diri yang kuat. Mereka sangat yakin dengan potensi rancangan bisnis yang telah disusun untuk dipresentasikan di tingkat internasional.
“Kami sangat percaya pada potensi rencana bisnis kami. Itulah yang membuat kami percaya diri untuk mendaftarkan diri,” tambah Taufik.
Kompetisi ini diikuti oleh belasan universitas dari berbagai wilayah. Taufik menuturkan bahwa persaingan cukup kompetitif dengan kehadiran banyak peserta dari institusi pendidikan ternama.
“Ada berbagai universitas yang bertanding. Jika tidak salah, total ada belasan universitas yang berkompetisi dalam kategori business plan ini,” tuturnya.
Rangkaian Perlombaan
Ia menjelaskan rangkaian perlombaan dilaksanakan lintas negara yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Namun, babak final dipusatkan di International Youth Center, Malaysia.
“Pelaksanaannya mencakup tiga negara. Untuk babak final, kami mempresentasikan ide bisnis secara langsung di International Youth Center, Malaysia,” jelasnya
Taufik menyampaikan seluruh proses kompetisi memakan waktu sekitar satu bulan. Agenda utama berupa presentasi babak final sendiri berlangsung intensif selama empat hari, yakni pada 9 hingga 12 Desember.
“Untuk lomba ini itu sebenarnya berjalan selama satu bulan, tapi untuk final kemarin itu mulai dari tanggal 9 sampai 12 (Desember). Itu untuk final round presentasi” sampainya.
Ia memaparkan proses seleksi diawali dengan kurasi proposal bisnis yang ketat. Dari tahap tersebut, terpilih 20 universitas yang berhak berangkat ke luar negeri untuk mengikuti tahapan presentasi.
“Setelah lolos seleksi proposal, kami harus melewati dua kali tahap presentasi. Tahap pertama adalah pitch deck berdurasi empat menit untuk menyaring peserta menjadi 10 tim terbaik,” paparnya.
Sepuluh tim yang bertahan kemudian bertarung di babak final untuk menentukan pemenang. Tim UNM berhasil melewati seluruh tahapan tersebut hingga akhirnya dinyatakan sebagai juara.
Menutup keterangannya, Taufik berharap produk kartu nama digital ciptaan mereka dapat menjadi solusi praktis dan ramah lingkungan. Ia juga berharap rencana investasi mereka segera terealisasi.
Terakhir, ia mendorong pihak kampus untuk terus memperluas dukungan dan bimbingan bagi mahasiswa. Menurutnya, pendampingan sangat penting bagi mahasiswa yang berkompetisi di ajang nasional maupun internasional. (*)
*Reporter: Muhammad Syarief/Editor: St. Masyita Rahmi







