PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Prodi Akuntansi S1 angkatan 2023 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), Diana Dewi, mencatatkan sebuah prestasi. Ia meraih Juara 2 Business Idea Competition 2025 kategori Sustainable Business Innovation with Artificial Intelligence, Capaian tersebut ia sampaikan saat wawancara bersama kru profesi, Jumat (30/01).
Ide bisnis yang Dewi dan timnya usung berupa sistem pendukung keputusan klinis berbasis Artificial Intelligence (AI). Sistem tersebut mereka rancang untuk mencegah medication error sejak tahap penulisan dan validasi resep obat.
“Scriptwise bekerja dengan menganalisis resep secara real-time untuk mendeteksi kesalahan seperti dosis tidak sesuai, interaksi obat, duplikasi terapi, dan kontraindikasi pasien. Sistem ini kemudian memberikan peringatan dan sebelum tenaga medis memberikan obat akan ada rekomendasi klinis,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Business Idea Competition Lewat Inovasi AI Scriptwise
Gagasan tersebut mempunyai nilai unggul karena tidak hanya menonjolkan inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan. Mampu meningkatkan keselamatan pasien serta mendukung praktik layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan merupakan nilai dari pemanfaatan AI tersebut
“Kami merasa ide ini unggul karena memberikan dampak nyata, mulai dari meningkatkan keselamatan pasien hingga mengurangi beban kerja tenaga medis. Selain itu, sistem ini juga berkontribusi dalam pengurangan limbah obat,” jelasnya.
Mahasiswi angkatan 2023 ini mengatakan bahwa tim dalam kompetisi ini terdiri dari mahasiswa lintas universitas dan lintas disiplin ilmu. Dua anggota tim lain berasal dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan latar belakang Farmasi dan Kedokteran Gigi.
“Perbedaan latar belakang jurusan dalam tim sangat membantu memperkuat ide dari sisi medis dan bisnis. Kolaborasi ini menjadi salah satu kekuatan utama tim kami,” katanya.
Dalam kegiatan Business Idea Competition 2025 terdapat tahapan mentoring pada 19 Januari 2025. Babak final sekaligus pengumuman pemenang berlangsung pada 26 Januari 2025.
Terkait keberlanjutan ide bisnis, Dewi mewakili tim berharap gagasan tersebut tidak berhenti pada konsep semata. Ia menilai implementasi nyata merupakan hal penting agar ide dapat memberikan manfaat langsung.
“Kami berharap ide ini tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi dapat benar-benar diimplementasikan. Dengan begitu, bisa merasakan manfaatnya secara nyata,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nur Syakika







