AgriTalks Bahas Peran Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemaparan Materi oleh Zainal pada Seminar AgriTalks (Foto: Muhammad Nasruddin)

Pemaparan Materi oleh Zainal pada Seminar AgriTalks (Foto: Muhammad Nasruddin)

PROFESI-UNM.COMBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM) menggelar kegiatan AgriTalks bertema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Nasional” di Aula Gedung Bahasa Arab, Gunung Sari UNM, pada Selasa (9/12).

Acara ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, aktivis, dan komunitas pemberdayaan, serta seorang moderator yang memandu jalannya diskusi. Salah satu narasumber, Zainal, Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, menyampaikan pemaparan panjang terkait kondisi pangan nasional, tantangan pertanian modern, dan urgensi regenerasi petani.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti persoalan ketergantungan impor dan pentingnya Indonesia membangun kemandirian pangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita lihat, negara mana di dunia yang mampu memenuhi seluruh kebutuhannya tanpa impor? Saat ini hampir tidak ada. Beras saja, meski produksi kita meningkat, tetap ada yang diimpor. Artinya, kemandirian pangan itu harus kita capai secara bertahap,” ujarnya.

Zainal juga menggambarkan berbagai komoditas pangan yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Baca Juga Berita :  Rektor UNM Pertimbangkan Pemberian Sanksi DO kepada Ketua BEM

“Susu sapi sampai sekarang 80 persen kita impor. Daging sapi, daging ayam, jagung—semuanya masih butuh tambahan pasokan. Jadi kalau urusan beras sudah kuat, nanti kita bergerak ke komoditas lainnya,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pertanian Indonesia menghadapi tantangan besar, seperti perubahan iklim, berkurangnya lahan, dan rendahnya penggunaan teknologi modern.

“Lahan pertanian makin sempit. Banyak sawah berubah jadi permukiman atau infrastruktur. Setiap tahun sekitar 600 hingga 800 ribu hektare lahan berubah fungsi. Ini jelas menurunkan produktivitas,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti krisis regenerasi petani. Mayoritas petani kini berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda cenderung rendah.

“Generasi Z itu cerdas, kreatif, dan digital. Tapi hanya sekitar 2,3 persen yang mau terjun ke sektor pertanian. Padahal ini sektor masa depan. Kalau regenerasi mandek, kita akan menghadapi krisis petani,” ungkapnya.

Baca Juga Berita :  Unik! UNM Seragamkan Rektor PTN LPTK Gunakan Baju Adat Bugis-Makassar Pada Forum Pasca KONASPI X

Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi solusi utama.

“Kalau pertanian kita gunakan sistem digital—sensor, IoT, drone, smart farming—anak muda pasti tertarik. Bahkan perempuan bisa terjun tanpa harus ke sawah. Cukup pakai remote atau gawai,” kata Zainal.

Ia memaparkan beberapa inovasi seperti pertanian vertikal, teknologi irigasi efisien, dan pemanfaatan big data untuk memprediksi cuaca dan mengatur pola tanam. Ia juga menekankan pentingnya riset dan edukasi tentang pengurangan limbah pangan.

“Salah satu cara menjaga ketahanan pangan adalah mengurangi food waste. Ambil makanan secukupnya, jangan banyak yang terbuang,” tegasnya.

Menutup sesinya, Zainal menyampaikan harapan besar kepada generasi muda.

“Kalian inilah masa depan pertanian Indonesia. Kalau kalian tidak bergerak sejak sekarang, bonus demografi tidak akan berarti apa-apa. Kita butuh inovasi, kreativitas, dan keberanian kalian untuk membangun pertanian yang modern,” ujarnya. (*)

*Reporter: Muhammad Nasruddin

Berita Terkait

Maperwa Tegaskan Pemberhentian Presiden BEM UNM Bukan Keputusan Politis
Aksi Serentak, Desak Pengusutan Kasus Kekerasan Aparat
Plt Presiden BEM Sampaikan Permintaan Maaf Atas Nama Rakyat Indonesia
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Presiden BEM FEB Terpilih, Siap Kawal Isu Mahasiswa dan Kaum Termarginalkan
Soroti Kasus Kekerasan Aparat, Mahasiswa Gelar Aksi Mosi Tidak Percaya Polri
Ketua Umum Terpilih BEM FT UNM Tekankan Budaya Diskusi dan Literasi
Presiden BEM Bantah Tuduhan Diktator, Klaim Dinamika BEM UNM Sarat Kepentingan Elit

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:04 WITA

Maperwa Tegaskan Pemberhentian Presiden BEM UNM Bukan Keputusan Politis

Selasa, 7 April 2026 - 09:25 WITA

Aksi Serentak, Desak Pengusutan Kasus Kekerasan Aparat

Senin, 6 April 2026 - 20:52 WITA

Plt Presiden BEM Sampaikan Permintaan Maaf Atas Nama Rakyat Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 01:04 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam

Senin, 16 Maret 2026 - 01:42 WITA

Presiden BEM FEB Terpilih, Siap Kawal Isu Mahasiswa dan Kaum Termarginalkan

Berita Terbaru

Foto Bersama Tim Himatik dengan Lain Ketika Kegiatan Berlangsung, (Foto: Ist)

Himatik FT UNM

Proyek Mata Kuliah Antar Tim Himatik Raih Juara 1

Senin, 27 Apr 2026 - 21:02 WITA

Foto Bersama dalam Pembukaan Matriks 2026, (Foto: Ist)

Tak Berkategori

Ajang Prestasi dan Semangat Kebersamaan dalam Matriks 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 16:55 WITA

Foto Pengumuman Juara Perlombaan Internasional, (Foto : Ist.)

UNM

Mahasiswa PGPAUD Raih Juara Dua di Purwokerto

Senin, 27 Apr 2026 - 16:36 WITA