Konapsi 2025 Tekankan Spiritualitas Seni Nusantara di Tengah Krisis Zaman

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 23:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembukaan konapsi 2025, (Foto: Firmansyah)

Suasana pembukaan konapsi 2025, (Foto: Firmansyah)

PROFESI-UNM.COM – Konferensi Nasional Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (Konapsi) 2025 resmi digelar di Teater Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (24/10). Mengusung tema “Seni, Pendidikan, dan Krisis Zaman: Merancang Ekosistem Kreatif untuk Dunia Berkelanjutan,” kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan seniman nasional.

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Karta Jayadi, turut hadir bersama Yudi Sukmayadi dari Universitas Pendidikan Indonesia serta Eko Supriyanto dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sementara itu, Djuli Djatiprambudi dari Universitas Negeri Surabaya menjadi narasumber utama dalam konferensi tersebut.

Dalam pemaparannya, Djuli Djatiprambudi menegaskan bahwa seni di Nusantara memiliki dimensi yang berbeda dari tradisi Barat. Ia menyebut bahwa seni Indonesia tidak sekadar berhenti pada bentuk material, melainkan juga menyiratkan nilai spiritual dan sosial yang mendalam.

“Semua yang disimbolisasikan di Nusantara itu berangkat dari dunia kesadaran spiritual,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djuli menyoroti bahwa seni modern Barat cenderung menghilangkan dimensi spiritualitas demi rasionalitas dan kemajuan material. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan besar dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang berakar pada identitas lokal.

“Seni modern memotong dimensi spiritual. Padahal, di Nusantara, kesatuan dalam keberagaman itu disatukan oleh spiritualitas,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks keilmuan dan praksis seni dalam dunia akademik. Djuli menilai bahwa pendidikan seni di Indonesia tidak boleh terjebak pada standar penilaian ilmu lain yang seragam.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Administrasi Pendidikan FIP UNM Gelar Talkshow Komunikasi

“Kita seringkali masih terdominasi oleh cara pandang ilmu lain. Padahal, seni memiliki praksisnya sendiri, bukan sekadar praktis atau meniru,” tegasnya.

Di hadapan peserta konferensi, Djuli mengajak para akademisi seni untuk terus mengembangkan tradisi penciptaan yang berbasis nilai, ideologi, dan spiritualitas. Menurutnya, keunikan tersebut menjadi kekuatan Nusantara untuk bertahan dalam krisis zaman.

“Seni Nusantara itu selalu konotatif, selalu memiliki makna. Tidak ada ekspresi seni yang berhenti pada bentuknya saja,” jelasnya.

Kegiatan Konapsi 2025 ditutup dengan diskusi interaktif bersama narasumber dan penyerahan cenderamata. Forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring pendidik seni se-Indonesia dalam merancang ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan kontekstual terhadap budaya bangsa. (*)

*Reporter: Firmansyah

Berita Terkait

Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX
Ketua Formatur BEM FEB Resmi Terpilih Melalui Mufak XV
Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah
FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual
Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen
Milad ke-17, Aksara FIP UNM Hadirkan Konsep Teaterikal
LPM Profesi Hidupkan Kembali Lomba Setelah Vakum Sejak 2022
Hipma Gowa Komisariat UNM Gelar Nobar Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:18 WITA

Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:28 WITA

Ketua Formatur BEM FEB Resmi Terpilih Melalui Mufak XV

Senin, 18 Mei 2026 - 19:52 WITA

Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:48 WITA

FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:14 WITA

Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama Tim PPK Ormawa Himanika dan Pimpinan Fakultas (Foto: Int).

Fakultas Teknik

Lepas Tim PPK Ormawa, FT Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 23 Jun 2026 - 20:23 WITA