Rebut Kedaulatan Rakyat, Hancurkan Oligarki Sekarang Juga

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ketua BEM saat Wawancara dengan Awak Media, (Foto: Dok Profesi)

Potret Ketua BEM saat Wawancara dengan Awak Media, (Foto: Dok Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Makassar menilai gelombang demonstrasi yang marak belakangan ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap rezim Prabowo-Gibran dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Aksi tersebut berlangsung di fly over pada, Senin (1/9).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menegaskan bahwa partisipasi publik dalam proses legislasi semakin terabaikan.

“Harusnya ada partisipasi bermakna yang melibatkan masyarakat sipil, mahasiswa, dan praktisi. Namun, yang terjadi justru praktik otoriter,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Aturan itu dianggap sebagai instrumen penting bagi masyarakat sipil untuk menindak tegas pejabat yang korup.

Baca Juga Berita :  Berikut Linimasa Pendaftaran LPDP 2024

“Kita ingin undang-undang ini disahkan secepatnya karena menjadi senjata rakyat melawan pejabat korup,” katanya.

Selain itu, mereka juga mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat guna menghentikan perampasan ruang hidup di wilayah adat.

Mahasiswa turut menuntut pencabutan Undang-Undang TNI serta penegakan supremasi sipil. Mereka menolak wacana darurat militer yang dinilai berpotensi mengembalikan Indonesia pada praktik otoritarianisme Orde Baru.

“Semangat reformasi 1998 adalah menghapuskan represivitas dan menjamin kebebasan berpendapat serta berserikat,” tegasnya.

Aliansi juga menyoroti kinerja DPR yang dinilai gagal merepresentasikan kepentingan rakyat. Mereka menuntut pemecatan anggota dewan yang terbukti korupsi dan mendukung kebijakan merugikan masyarakat.

“Rebut kedaulatan rakyat sekarang juga,” menjadi seruan utama aksi tersebut.

Baca Juga Berita :  Wija Hadi Tutup Aksi Mahasiswa UNM Menuntut dengan Doa

Meski Presiden Prabowo Subianto telah menolak kenaikan tunjangan DPR dan perjalanan dinas ke luar negeri, mahasiswa menilai langkah itu tidak menyentuh akar persoalan. Mereka menekankan perlunya reformulasi kebijakan dan evaluasi proyek strategis nasional yang dianggap boros anggaran serta tidak berpihak pada rakyat.

Di akhir pernyataannya, perwakilan mahasiswa menyerukan solidaritas kepada sesama mahasiswa dan masyarakat.

“Pesan kami kepada mahasiswa yang belum turun dan rakyat yang menyaksikan, peka terhadap kondisi hari ini. Jangan terprovokasi isu konflik horizontal, tapi satukan barisan untuk memperjuangkan tuntutan rakyat,” pungkasnya.(*)

*Reporter: Muhammad Fauzan Akbar

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi
UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK
Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional
[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus
Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar
Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:04 WITA

UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WITA

[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam

Jumat, 3 April 2026 - 01:04 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama Tim PPK Ormawa Himanika dan Pimpinan Fakultas (Foto: Int).

Fakultas Teknik

Lepas Tim PPK Ormawa, FT Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 23 Jun 2026 - 20:23 WITA