PROFESI-UNM.COM Universitas Negeri Makassar (UNM) baru-baru ini kembali menjadi sorotan seiring banyaknya motif penyerangan di lingkungan kampus pasca penonaktifan Rektor UNM. Penyerangan terjadi mulai dari Kampus II Parantambung, Kampus Gunung Sari, hingga aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa UNM.
Dosen Q (pelapor) menjelaskan kejadian semacam ini perlu segera dibenahi. Banyak oknum yang memanfaatkan situasi ini, sehingga menjadi persoalan serius.
“Kejadian penyerangan seperti ini harus ditangani dan diselidiki secara tuntas. Mereka telah merusak fasilitas kampus. Jika kondisi ini terus berlanjut, tentu butuh dana tambahan untuk perbaikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menceritakan mendapat tekanan-tekanan dari orang yang tidak dikenal. Namun, ia sangat berterima kasih atas dukungan banyak pihak yang terus mendampinginya hingga kini.
“Saya selalu diteror, ditelepon, dan bahkan ada yang mengedit foto saya dengan tidak jelas. Namun, saya bersyukur mendapat pendampingan dari keluarga, kementerian, dan mahasiswa,” terangnya.
Lebih jauh, ia berharap pimpinan kampus segera mengantisipasi dan mencari sumber penyerangan yang terus terjadi. Ia khawatir jika dibiarkan, penyerangan tidak akan berhenti.
“Jika ada pihak yang membela korban, saya takut kejadian seperti ini kembali terulang. Saya berharap pejabat kampus bisa memberikan proteksi agar mahasiswa dan pelapor mendapatkan empati,” harapnya. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







