PROFESI-UNM.COM – Bulan suci Ramadan menjadi momen meningkatkan kualitas ibadah bagi umat Muslim. Namun, bagi penderita maag, perubahan pola makan saat puasa dapat memicu kekhawatiran kambuhnya asam lambung.
Meski begitu, kondisi tersebut bukan penghalang untuk tetap berpuasa. Dengan pengaturan pola makan tepat serta disiplin menjaga kebiasaan harian, ibadah dapat dijalani dengan lebih tenang.
Pertama, pemilihan menu sahur perlu mendapat perhatian khusus. Pilih makanan lembut dan mudah cerna seperti nasi, kentang, oatmeal, telur, tahu, tempe, serta sayuran berkuah hangat. Sebaliknya, hindari hidangan pedas, terlalu asam, dan tinggi lemak karena berisiko meningkatkan asam lambung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, saat berbuka, makanlah secara perlahan dan tidak tergesa. Awali dengan air putih serta kurma secukupnya agar lambung beradaptasi setelah jeda panjang. Kemudian, konsumsi makanan dalam porsi wajar untuk mencegah rasa begah dan nyeri perut.
Selain itu, kurangi kopi dan minuman bersoda selama Ramadan. Kandungan kafein serta gas dapat merangsang produksi asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada malam hari.
Di sisi lain, menjaga waktu istirahat serta mengelola stres turut berperan penting bagi kesehatan lambung. Aktivitas seimbang membantu tubuh tetap bugar selama menjalankan puasa.
Terakhir, apabila keluhan terasa berulang atau semakin intens, konsultasi ke tenaga medis menjadi langkah bijak sebelum melanjutkan puasa penuh. Dengan perhatian terhadap kondisi tubuh, penderita maag tetap dapat menjalani Ramadan secara aman dan bermakna. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







