Tiga Mahasiswa UNM Ini Ciptakan Buku Inovatif Berbasis Visual

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 28 Februari 2017 - 11:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UNM, Ulfa Aulyah Idrus saat memperlihatkan buku Kurori - (Foto: Dok. Profesi)
Mahasiswa UNM, Ulfa Aulyah Idrus saat memperlihatkan buku Kurori – (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Ulfa Aulyah Idrus dari Pendidikan Matematika ICP FMIPA, Ika Puspita Sari dari Pendidikan Matematika, dan Handiswan asal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FT menciptakan buku velcro Geometri yang menampilkan visualisasi sebagai media pembelajaran untuk anak Sekolah Dasar (SD). Ini merupakan hasil penelitian eksternal Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran UNM.

Media pembelajaran geometri yang menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), yaitu menampilkan benda secara nyata yang merangsang siswa untuk mencari rumus sendiri untuk menyelesaikan soal matematika.

Ulfa Aulyah Idrus mengatakan kurori diciptakan karena masih banyaknya murid SD yang menganggap mata pelajaran matematika sebagai momok yang menakutkan. Padahal menurut dia, pelajaran matematika akan menjadi menarik jika dikemas dengan bentuk yang unik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah menjadi masalah memang di tingkat dasar, siswa merasa kesulitan bila mengerjakan soal dengan rumus rumus yang telah ditentukan. Di buku ini kami buat seperti komik yang terdiri dari percakapan dan gambar. Jadi siswa seolah-olah membaca cerita, dengan ini siswa akan lebih tertarik dan mudah mempelajarinya,” kata dia.

Baca Juga Berita :  Pemkot Siap Jadi Fasilitator Mapala Dalam Melestarikan Lingkungan

Ulfa menjelaskan rumus yang ada di buku pelajaran seringkali dilupa siswa bila sudah belajar. Ia membeberkan kelebihan karyanya terletak pada penyelesaian soal matematika yang tidak menggunakan rumus yang dipakai di buku pelajaran. Namun lebih kepada menyelesaikan rumus matematika dengan merangsang murid untuk menciptakan rumus sendiri.

“Biasanya guru cuma langsung menulis rumus saja, padalah siswa tidak tahu dari mana asal usul rumus itu. Gara-gara itu juga rumus gampang dilupa. Kurori ini menggunakan pendekatan RME suatu pendekatan pengajaran yang berkaitan dengan hal-hal yang real dengan cara menekan keterampilan, berdiskusi dan berkolaborasi serta berargumentasi sehingga mereka dapat menemukan sendiri dan menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah secara individu maupun secara kelompok,” jelasnya.

Tak hanya itu, mahasiswa angkatan 2013 ini menambahkan selain menampilkan buku yang memuat visual dari bentuk-bentuk bangun datar sehingga murid mengetahui bentuk realistik dari benda. Koruri juga memuat konten mendidik secara afektif dengan memuat nilai-nilai positif seperti, mengajarkan berdo’a, bersyukur, tolong menolong, kemandirian, kedisplinan, serta kebersihan.

“Kami tidak hanya memuat bacaan didalamnya, tapi didalamnya kami isi juga dengan pesan nilai-nilai etika dalam kehidupan di sekolah dan sehari-hari di rumah,” tambah dia.

Baca Juga Berita :  Resmi Jadi Dekan FIP, Abdul Saman Siap Sambut Industri 4.0

Ulfa dan kedua temannya pun sudah mengaplikasikan media kurori di Sekolah Dasar (SD) Panaikang Agustus lalu. Dan mendapat respon positif dari siswa. Menurut dia, siswa sangat antusias untuk belajar matematika dengan media kurori, karena konten medianya mengajar siswa dengan cara bermain.

“Kami sangat senang karena siswa merespon dengan baik metode yang kami tawarkan. Kurori dirasa cocok untuk siswa tingkat dasar. Ini juga akan memudahkan mereka jika menghadapi soal matematika ditingkat lanjut. Sudah kami praktekkan di kelas empat,” ucapnya.

Ulfa pun menuturkan akan mengembangkan hasil karyanya tidak hanya mencakup untuk anak SD saja. Ia dan kedua rekannya akan memperbaiki kurori dengan cara dikembangkan untuk bangun datar lainnya.

“Tentu kita akan mengembangkanm karya ini agar bisa dipakai semua kalangan,”tuturnya

Ia pun berharap karyanya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam proses belajar di sekolah. “Kedepannya, kami berharap kurori dapat dipakai di sekolah-sekolah, itu saja,” harapnya. (*)


*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 210

Berita Terkait

Olympic of Statistics 2026 Resmi Dibuka, HMJ Statistika Hadirkan Konsep Baru
Mahasiswa D4 Tata Boga Raih Juara 3 Duta FT 2026
FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah
Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung
Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50
Dekan FMIPA Harap Profesi UNM Terus Eksis dan Sebarkan Informasi Berimbang
Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah
FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:23 WITA

Olympic of Statistics 2026 Resmi Dibuka, HMJ Statistika Hadirkan Konsep Baru

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:45 WITA

Mahasiswa D4 Tata Boga Raih Juara 3 Duta FT 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:55 WITA

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:44 WITA

Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50

Berita Terbaru

Pamflet International Conference Oleh FEB UNM, (Foto: ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

ICABS 2026 Hadirkan Pembicara dari Lima Negara

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:37 WITA

Ilutsrasi Timeline Sejarah Perantauan Mahasiswa (Foto: Ai).

wiki

Jejak Sejarah Perantauan Mahasiswa

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:26 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Masuk Kampus Pasca Libur Semester, (Foto: Ai.)

Berita Wiki

Tips Tampil Glowing Pasca Libur Semester

Senin, 1 Jun 2026 - 23:35 WITA