Tiga Lembaga UNM Diskusikan Isu Demokrasi dan HAM

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana diskusi publik di Pelataran Gedung BU FEB UNM (Foto: Ist.)

Suasana diskusi publik di Pelataran Gedung BU FEB UNM (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM –Tiga lembaga mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HMPS Pendidikan Ekonomi FEB UNM), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan (HMJ PGSD FIP UNM), dan Himpunan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (HIMA Sosiologi FIS-H UNM), menggelar diskusi publik

Kegiatan yang bertemakan Demokrasi Terpukul Mundur: Pelanggaran HAM Terjadi di Berbagai Sektorini berlangsung di Pelataran Gedung BU FEB UNM, Senin (15/12).

Diskusi publik ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi atas peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2025 yang diperingati setiap 10 Desember. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan lapakan oleh Jejaki yang didampingi oleh tiga lembaga penyelenggara.

Ketua Bidang Riset dan Advokasi HMPS Pendidikan Ekonomi FEB UNM, Muh. Rifail Ashari A., menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa pelanggaran HAM masih terus terjadi di berbagai sektor kehidupan.

“Tujuannya agar mahasiswa dapat memahami bahwa di tengah peringatan Hari HAM 2025 pada 10 Desember kemarin, masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai sektor, khususnya sektor mahasiswa, tani, dan buruh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi demokrasi saat ini menunjukkan adanya kemunduran yang ditandai dengan berbagai tindakan represif terhadap kelompok masyarakat yang memperjuangkan hak-haknya.

Baca Juga Berita :  Resimen Mahasiswa UNM Akan Rekrut Anggota Baru

“Mahasiswa yang menyampaikan pendapat dan berekspresi masih mengalami tindakan represif dan intervensi. Kaum tani yang mempertahankan tanahnya kerap mendapat intimidasi dan tindakan represif. Sementara itu, kelas buruh yang memperjuangkan upah layak justru mengalami pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan,” jelas Rifail.

Sebagai penutup, Rifail menyampaikan langkah paling realistis yang dapat dilakukan mahasiswa pascadiskusi tersebut.

“Langkah paling realistis yang dapat dilakukan ialah melakukan pengorganisiran untuk membangun kesadaran massa di berbagai sektor, melakukan propaganda melalui media, memperkuat solidaritas lintas sektor, serta terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Nisrina Muhaemin
*Editor: M. zaky asryan. a

Berita Terkait

HMJ PGSD FIP UNM Open Recruitment Volunteer Pendidikan Batch 4
Pelantikan Ketua Umum HMDKV FSD UNM Jadi Awal Kepemimpinan Periode Baru
Presiden Baru BEM FIS-H UNM Siap Emban Tanggung Jawab
Nutrifest Perkuat Identitas dan Kompetensi Mahasiswa Gizi
Syamry Bawa Tiga Isu Strategis Pendidikan, Politik, dan Daerah dalam Rakernas BEM SI 2025
Pembukaan Pekan Ilmiah Nasional 2025, Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Fisika Open Hadir untuk Inspirasi Pelajar 
HMPS IPS Gelar Inaugurasi setelah 10 Tahun Vakum
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 23:10 WITA

HMJ PGSD FIP UNM Open Recruitment Volunteer Pendidikan Batch 4

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:33 WITA

Pelantikan Ketua Umum HMDKV FSD UNM Jadi Awal Kepemimpinan Periode Baru

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:58 WITA

Tiga Lembaga UNM Diskusikan Isu Demokrasi dan HAM

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:57 WITA

Presiden Baru BEM FIS-H UNM Siap Emban Tanggung Jawab

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:53 WITA

Nutrifest Perkuat Identitas dan Kompetensi Mahasiswa Gizi

Berita Terbaru

Pelaksanaan kursus Mahir Dasar (KMD) 
(Foto : Ist.)

UKM

UKM Pramuka UNM Gelar Kursus Mahir Dasar Pramuka

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:00 WITA

Tak Berkategori

HPPMI Maros KOM UNM Sosialisasi PTN ke 25 SMA/MA di Kabupaten Maros

Senin, 12 Jan 2026 - 15:16 WITA