PROFESI-UNM.COM –Tiga lembaga mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HMPS Pendidikan Ekonomi FEB UNM), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan (HMJ PGSD FIP UNM), dan Himpunan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (HIMA Sosiologi FIS-H UNM), menggelar diskusi publik
Kegiatan yang bertemakan “Demokrasi Terpukul Mundur: Pelanggaran HAM Terjadi di Berbagai Sektor” ini berlangsung di Pelataran Gedung BU FEB UNM, Senin (15/12).
Diskusi publik ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi atas peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2025 yang diperingati setiap 10 Desember. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan lapakan oleh Jejaki yang didampingi oleh tiga lembaga penyelenggara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Bidang Riset dan Advokasi HMPS Pendidikan Ekonomi FEB UNM, Muh. Rifail Ashari A., menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa pelanggaran HAM masih terus terjadi di berbagai sektor kehidupan.
“Tujuannya agar mahasiswa dapat memahami bahwa di tengah peringatan Hari HAM 2025 pada 10 Desember kemarin, masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai sektor, khususnya sektor mahasiswa, tani, dan buruh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi demokrasi saat ini menunjukkan adanya kemunduran yang ditandai dengan berbagai tindakan represif terhadap kelompok masyarakat yang memperjuangkan hak-haknya.
“Mahasiswa yang menyampaikan pendapat dan berekspresi masih mengalami tindakan represif dan intervensi. Kaum tani yang mempertahankan tanahnya kerap mendapat intimidasi dan tindakan represif. Sementara itu, kelas buruh yang memperjuangkan upah layak justru mengalami pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan,” jelas Rifail.
Sebagai penutup, Rifail menyampaikan langkah paling realistis yang dapat dilakukan mahasiswa pascadiskusi tersebut.
“Langkah paling realistis yang dapat dilakukan ialah melakukan pengorganisiran untuk membangun kesadaran massa di berbagai sektor, melakukan propaganda melalui media, memperkuat solidaritas lintas sektor, serta terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Nisrina Muhaemin
*Editor: M. zaky asryan. a







