PROFESI-UNM.COM – Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) telah sampai pada tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) 2 sebelum melangkah ke tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2025 (PIMNAS) yang akan dilaksanakan di Univeristas Hasanuddin mendatang.
Tim ERGinity sendiri lewat pelaksanaan PKP 2 menampilkan pengembangan riset sosial dan humaniora mereka dengan fokus pada dinamika pembentukan identitas diri santri di lingkungan pesantren.
Tim ini di Nakhodai oleh Kalvi Amalia, dengan anggota Naura Keyza Azzahra, Farhan Muadzan, Nurhalizah Kahar, dan A. Nurrahimah, dimana Tim ini dibimbing oleh Fitriana, selaku dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan UNM.
Dalam narasi, Farhan Muadzan menulis penelitian mereka dengan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) dan Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dari Clayton Alderfer untuk menganalisis para santri di berbagai pesantren di Sulawesi Selatan.
“Penelitian ini menggali pengalaman santri dari berbagai pesantren di Sulawesi Selatan, baik pesantren tradisional, modern, maupun tahfiz. Hasil riset menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren membentuk dinamika psikososial yang kompleks, di mana kebutuhan dasar manusia seperti rasa aman, keterhubungan, dan pertumbuhan,” tulis Farhan dalam narasinya.
Penelitian ini memaparkan fenomena di mana para santri mengadaptasi hidup di lingkungan pesantren dengan melakukan kedekatan antarsantri, bahkan membentuk kelompok kecil di dalamnya. Mereka menyebutkan ini bukanlah penyimpangan moral akan tetapi bentuk respon terhadap keterbatasan kebutuhan psikologis manusia.
“Penelitian ini menggali pengalaman santri dari berbagai pesantren di Sulawesi Selatan, baik pesantren tradisional, modern, maupun tahfiz. Hasil riset menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren membentuk dinamika psikososial yang kompleks, di mana kebutuhan dasar manusia seperti rasa aman, keterhubungan, dan pertumbuhan,” tulis Farhan dalam narasinya.
Melalui kegiatan PKP 2 Tim ERGnity berharap agar hasil riset mereka dapat memberikan rekomendasi konkret bagi lembaga pesantren untuk mengembangkan pendekatan pembinaan empatik dan responsif terhadap kebutuhan psikososial santri. (*)
*Reporter : Florencya Alnisa Christine








