PROFESI-UNM.COM – Penebangan pohon yang terus berlangsung tanpa pengelolaan yang bijak menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan. Aktivitas ini tidak hanya mengurangi tutupan hijau, tetapi juga mengganggu keseimbangan alam yang berdampak langsung pada kehidupan manusia.
Pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Ketika jumlah pohon semakin berkurang, kualitas udara menurun dan suhu lingkungan cenderung meningkat. Kondisi ini turut memperparah dampak pemanasan global yang saat ini semakin dirasakan di berbagai wilayah.
Selain itu, penebangan pohon secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah. Akar pohon berfungsi menahan tanah dan menyerap air hujan. Tanpa keberadaan pohon, risiko banjir dan tanah longsor meningkat, terutama di daerah perbukitan dan wilayah aliran sungai. Banyak bencana alam terjadi akibat hilangnya fungsi alami pohon sebagai pelindung lingkungan.
Dampak lain dari penebangan pohon adalah hilangnya habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Banyak satwa liar kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan sehingga terancam punah. Ketidakseimbangan ekosistem ini dapat menimbulkan dampak lanjutan yang merugikan manusia, seperti berkurangnya keanekaragaman hayati.
Upaya mengatasi permasalahan ini memerlukan keterlibatan semua pihak. Pemerintah perlu memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik penebangan liar, sementara masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan hasil hutan. Program penanaman kembali pohon juga harus terus digalakkan sebagai langkah pemulihan lingkungan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga pohon perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda. Melalui edukasi lingkungan dan aksi nyata seperti gerakan menanam pohon, diharapkan kepedulian terhadap alam dapat terus meningkat. Menjaga pohon berarti menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan hidup di masa depan. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah








