[Opini] Sisi Kiri Kampus Orange

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Desember 2018 - 13:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar yang biasa disingkat dengan sebutan UNM adalah kampus yang melahirkan ratusan bahkan ribuan bibit bakal calon orang sukses di dunia ini. Sejatinya UNM sendiri memiliki lulusan-lulusan terbaik disetiap tahunnya yang mampu bersaing di setiap bidangnya di Indonesia, segudang prestasi sudah ditorehkan dari berbagai mahasiswa dari tahun ke tahun. Mungkin menimbah ilmu di kampus orange adalah cita-cita sebagian anak muda didalam maupun diluar Sulawesi Selatan, universitas yang dulu dikenal dengan sebutan IKIP Ujung Pandang ini selain dikenal sebagai tempat mencetak generasi-generasi penerus bangsa, juga dikenal sebagai universitas negeri yang memiliki infrastruktur kampus yang lengkap di kota Makassar. Bagaimana tidak, Bangunan phinisi yang tinggi dan megah menghiasi infrastruktur di universitas ini. Selain menara 17 lantai, sarana dan fasilitas umum yang diperlukan dan tersedia di kampus UNM antara lain Poliklinik, BNI Kantor Kas Pembantu UNM, Bank Mandiri Kantor Kas UNM, Auditorium, Masjid, tempat ibadah, Asrama mahasiswa, Guest House, sarana olah raga dan kesenian, kafetaria, kantin, toko dan koperasi, tempat parkir, dan wartel.

Bicara tentang sarana dan fasilitas di UNM yah mungkin sudah lengkap jika hanya dilihat sekilas. UNM, ketika disebut dengan namanya pasti akan terbesit bahwa tempat itu adalah kampus yang menjadi tempat menimbah ilmu dengan segala fasilitas yang dimiliki sangat memadai untuk mahasiswa dalam pembentukan karakter atau jati dirinya. Kenyataannya hanya sebuah halusinasi yang sudah berpolarisasi dalam pikiran calon mahasiswa.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab

Sungguh sangat disayangkan, ketika memasuki lingkungan universitas yang katanya “ NEGERI “ tetapi memiliki citra bak swasta. Jangan fasilitas yang memadai dalam kelas, jalan-jalan disepanjang kampus masih banyak yang rusak, parkiran motor hingga mobil tak beraturan disepanjang jalan. Terlalu banyak menerima mahasiswa sehingga di dalam satu kelas menampung lebih dari standar biasanya, kelebihan kapasitas akan membuat proses pembelajaran akan terhambat ditambah lagi fasilitas kelas yang berupa AC 2-3 buah memiliki kegunaan tidak semesti pada fungsinya tetapi hanya untuk memperindah ruangan saja. Toilet yang kurang bersih hingga janji-janji tentang penambahan kelas baru menghiasi sisi kiri kampus orange ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak salah rasanya jika menerima banyak mahasiswa baru disetiap tahunnya, hanya saja seharusnya pihak birokrasi mampu mengimbangi kebutuhan para mahasiswa dalam menimbah ilmu dengan menyediakan fasilitas yang berbanding lurus dengan uang kuliah tunggalnya. Selain fasilitas, juga terdapat kekeliruan yang sudah tertanam dalam setiap mahasiswa UNM tentang adanya uang kuliah tunggal atau yang biasa dikenal dengan singkatan “ UKT “ itu memiliki kekeliruan dimana kegunaannya tidak transparansi kepada para mahasiswa. Ingin menanyakan akan tetapi mahasiswa sudah tahu bahwa pihak birokrasi kampus mengeluarkan ucapan berupa “ janji “ tapi tak ada implementasi.

Sebagaimana yang dituliskan dalam cuitan twitter Bang Rocky Gerung yang mengatakan bahwa “ tak ada kaum radikal jika penguasa tak diskriminatif “. Nah, alih-alih berperan sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya, birokrat kampus justru berperan sebagai kaki tangan rezim orde baru di lingkungan kampus. Mereka enggan dikatakan sebagai diktator agar merasa tetap menghargai akan tetapi ini hanya sebuah lelucon dan akan selalu teringat dalam benak mahasiswa. Apakah pantas seorang berpendidikan mengatakan, “ jika anda tak suka dengan sistem yang diterapkan di UNM, silahkan cari sistem yang lain“, suatu hal yang buruk yang pernah terlontar dari mulut seorang peemimpin. Bahkan tak alih-alih mengeluarkan kata-kata yang tak selayaknya itu terlontarkan ketika ditanya oleh mahasiswa di hadapan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Walikota Makassar hingga Sang Motivator Mbak Najwa Shihab dalam acara Narasi Tv beberapa bulan yang lalu.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Menelanjangi Egoisentrisme Negara dalam Labirin Pendidikan Nasional

Ketika ditanya tentang pembelajaran dan fasilitas kampus ingin rasanya diri ini menolak untuk menjawab dan memilih diam saja agar tak ada yang keliru, menuliskan ini dengan rasa semangat yang tinggi meski ancamannya sangat fatal, yah inilah pilihan, berbagi tentang sisi kiri orange tercinta mungkin rasanya sah-sah saja selagi tidak melanggar kode etik penyebaran kebenaran yang selama ini ditutupi oleh kebohongan-kebohangan.


*Penulis adalah Andi Juliandrie Abham, Mahasiswa Ilmu Admninitrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Makassar (UNM)

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Flyer Pemilihan Duta Kampus 2026 Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, (Foto: Int.)

Fakultas Psikologi

Pemilihan Duta Kampus Fakultas Psikologi 2026 Dibuka untuk Mahasiswa

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:07 WITA

Potret Penyerahan Hadiah Juara Kepada Tim Lokalabs, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Raih Juara 1, Tim Lokalabs Sebut Penentuan Konsep Jadi Tantangan Awal APBISDI 2026

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:00 WITA

Pamflet Pendaftaran Olympic Of Statistics 2026, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pendaftaran Gelombang II Olympic of Statistics 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 28 Jun 2026 - 22:48 WITA

Pengumuman Pemenang Juara 1 Kategori UI/UX Design Ajang APBISDI 2026, (Foto: Ist)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tim Lokalabs Prodi Bisnis Digital Raih Juara 1 UI/UX Design APBISDI 2026

Sabtu, 27 Jun 2026 - 23:13 WITA