[Opini] Polemik Kuliah Online

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2020 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Keadaan bangsa dan negara saat ini dalam kondisi yang tidak baik. Hal ini disebabkan oleh mewabahnya Corona Virus Disease atau Covid-19 yang membuat kesehatan masyarakat terancam. Virus yang kini menjadi pandemi ini telah menghantui seluruh umat manusia di Bumi tak terkecuali di Indonesia.

Mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk mencegah penularan virus mematikan ini. Tindakan tersebut berupa imbauan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan memberikan informasi kesehatan terkait pencegahan penularan virus Covid-19.

Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ini pun berpengaruh terhadap jalannya aktivitas perkuliahan di seluruh kampus di Indonesia termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM). Pimpinan UNM menyikapi imbauan dari pemerintah dengan menerapkan kebijakan perkuliahan secara daring atau online bagi seluruh mahasiswa dan dosen di kampus orange ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran rektor universitas negeri Makassar nomor : 862/UN36/TU/2020. Rektor UNM, Husain Syam dalam surat edaran tersebut menjelaskan lingkungan universitas harus melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap COVID-19 (Corona virus disease-19). Dalam surat tersebut juga dijelaskan himbauan tersebut dilakukan berdasarkan surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan Corona virus disease (C0VID-19) satuan pendidikan.

Baca Juga Berita :  Tanda Dehidrasi yang Sering Terabaikan di Tengah Kuliah Padat

Bersamaan dengan surat tersebut pihak universitas juga mengambil kebijakan mengenai metode pembelajaran tatap muka yang digantikan dengan sistem pembelajaran daring atau biasa disingkat SPADA. Tetapi seiring berjalannya waktu langkah yang dikeluarkan oleh pihak kampus diprotes oleh mahasiswa karena penerapan kuliah online itu tidak sesuai apa yang diharapkan mahasiswa.

Saya sendiri beranggapan bahwa kuliah daring sebenarnya adalah hal yang bagus untuk media pembelajaran. Hanya sja masih banyak oknum dosen yang hanya mencoba mempersulit mahasiswa dengan memberikan banyak tugas. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan mahasiswa, dikarenakan tugas yang diberikan saat kuliah online seringkali membahayakan kesehatan mahasiswa.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Malu yang Salah Alamat

Salah satu contohnya yaitu tugas dalam bentuk video yang dilakukan di luar rumah dan harus berkontak fisik dengan manusia lain. Tugas seperti ini bertentangan dengan himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

Pihak pimpinan UNM seharusnya melakukan evaluasi terhadap jalannya pembelajaran daring ini. Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan oleh mahasiswa harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Hak-hak mahasiswa untuk kuliah online tidak bisa diabaikan dan jangan hanya memberikan tugas yang menumpuk.

Maka dari itu saya menuntut kepada pihak pimpinan UNM agar kiranya mampu memberikan subsidi kuota internet secara teratur sehingga mahasiswa bisa dimudahkan untuk mengakses internet saat kuliah daring. Serta saya juga menghimbau kepada tenaga kependidikan atau dosen agar kiranya profesional saat melakukan proses belajar mengajar daring kepada mahasiswa.(*)

*Penulis: Taufik Hidayat, Jurusan PGSD DIKJAS FIK UNM

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Pamflet Pendaftaran Duta Kampus FBS UNM (Foto: Int.)

Duta Fakultas

Mahasiswa FBS Bersiaplah! Pemilihan Duta Kampus 2026 Resmi Dibuka

Sabtu, 27 Jun 2026 - 00:04 WITA

Potret Eks Rektor UNM, Karta Jayadi, (Foto: Dok. Profesi)

Berita Utama

Polda Sulsel Terbitkan SP3 Kasus Laporan Dosen Q ke Eks Rektor UNM

Jumat, 26 Jun 2026 - 23:07 WITA

Potret Ketua Panitia Dies Natalis ke-65, Abdul Saman dalam Pelaporannya, (Foto: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh)

Dies Natalies

UNM Siapkan Beragam Kompetisi dan Agenda untuk Dies Natalis ke-65

Jumat, 26 Jun 2026 - 23:02 WITA