[OPINI] Inovasi Kebijakan di Sektor Pendidikan dalam Menyongsong Indonesia Emas 2024

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 November 2023 - 00:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret penulis, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Indonesia sedang menuju usia emas pada tahun 2045, ini menjadi salah satu momen penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan pembangunan disegala bidang.
Dalam menuju Indonesia emas 2045, banyak tantangan yang akan akan dihadapi, maka dari itu perlu adanya transformasi atau upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan salah satu caranya melalui Pendidikan.
Untuk diketahui kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting guna melahirkan generasi emas Indonesia ditahun 2045 mendatang, itu artinya pendidikan merupakan salah satu kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalam persaingan Global.
Sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkarakter merupakan persyaratan terbentuknya peradaban yang tinggi. Sebaliknya , SDM yang rendah akan menghasilkan peradaban yang kurang baik pula. Bangsa yang berdaya saing yang tinggi berpeluang memenangkan persaingan. Sebaliknya, daya sanging terbatas atau rendah, menyebabkan bangsa tersebut tertinggal dibelakang. Apalagi persaingan masa depan bukan lagi ditandai konteks globalisasi abad ke-20, tetapi globalisasi yang bercorak digital. Terlebih, kualitas pendidikan indonesia masih jauh dari kata sempurna.
Yang lebih memprihatinkan lagi kalau secara karakter, masi banyak hal-hal yang marak terjadi di masyarakat yang mencerminkan rendahnya tingkat pendidikan yang ada negara kita, seperti terjadi Korupsi dikalanngan akademisi, anak muda yang sering mabuk-mabukan, peredaran narkoba yang marajalela, hingga Kekerasan. Hal-hal itulah yang menjadi Pekerjaan rumah bagi bangsa indonesia disektor pendidikan yang harus diselesaikan untuk meyongsong indonesia emas di tahun 2045.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualitas keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Sedangkan secara umum tujuan pendidikan adalah mengembangkan segala potensi bawaan manusia secara integral, simultan, dan bekelanjutan agar manusia mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dalam kehidupan guna mencapai kebahagiaan dimasa sekarang dan masa mendatang.
Menjadi logis, jika realitas tujuan pendidika ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh pemerintah untuk mempersiapkan indonesia emas tahun 2045, peran pendidikan dalam mempersiakan generasi emas 2045 sangat penting, oleh sebab itu meluaskan pendidikan sangat cocok untuk mencapai mencapai targer tersebut.
Berikut ini adalah gagasan yang dipikirkan penulis yang perlu dipersiapkan untuk menyongsong indonesia emas 2045.
 Pertama, akses pendidikan perlu terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya sehingga pengelolaan program pendidikan disemua jenis dan jenjang bisa merata hingga diseluruh pelosok dan mampu melayani seluruh warga negara disetiap daerah tentunya dengan berstandarkan sekolah internasioanl.
 Kedua, Kurikulum dan program pendidikan harus Update kurikulum, kenapa begitu ? karena perkembangan zaman terus berkembang, sehingga harus menyesuaikan degan zaman, model desain kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan teori dan kondisi empirik.
 Ketiga, pembiayaan pendidikan, didalam UUD 1945 yang diamandemen telah mengamatkan bahwa anggaran pendidikan minimal sebanyak 20% dari APBN dan atau APBD. Dipertegas lagi pada UU No. 20 tahun 2003 tentang SPN pasal 49 ayat 1, bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% untuk itu, pemerintah perlu konsisten dalam mengimplementasikan regulasi pendidikan.
Minimal ketiga gagasan penulis guna menyiapkan dan meningkatkan generasi emas indonesia tahun 2045 tersebut diatas, maka besar kemungkinan jika diimplementasikan dengan baik dan maksimal bangsa dan negara ini berpotensi mampu mempersiakan dan mewujudkan generasi emas 2045 yang lebih aktif, kreatif, dan inovasi terhadap pekembangan zaman yang serba kompetitif diera digital.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Pernikahan Dini, Krisis Masa Depan dalam Bayang Budaya

*Penulis adalah Majeyono, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Jurusan Ilmu Administrasi Publik

Berita Terkait

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru
[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi
[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan
[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM
[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa
[OPINI] Ancaman Tambang terhadap Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Masyarakat Enrekang
Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:25 WITA

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WITA

[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 20:08 WITA

[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WITA

[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM

Jumat, 24 April 2026 - 01:30 WITA

[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA