PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar menetapkan formatur Ketua Umum melalui mekanisme musyawarah yang menjadi ciri khas lembaga tersebut. Penetapan ini berlangsung di Makassar, Senin (29/12).
Formatur Ketua Umum LKIMB UNM, Muhammad Awan Gemawan, mengungkapkan bahwa penetapan tersebut memberikan kesan tersendiri. Menurutnya, mekanisme pemilihan di LKIMB berbeda dengan lembaga kemahasiswaan pada umumnya.
“Ketika dinyatakan sebagai formatur, hal pertama yang saya rasakan adalah kaget, karena mekanisme pemilihan di LKIMB itu berbeda,” ungkap Awan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awan menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan tidak terdapat dorongan personal maupun mekanisme pencalonan. Seluruh keputusan diambil melalui musyawarah forum yang kemudian memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin LKIMB UNM satu periode ke depan.
“Tidak ada dorongan dan tidak ada mekanisme pencalonan. LKIMB menggunakan sistem musyawarah, dan hasil musyawarah menyatakan saya dipercayakan untuk memimpin LKIMB UNM satu periode ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Awan menuturkan bahwa salah satu tujuan utama LKIMB adalah pengkaderan. Namun, menurunnya minat literasi dan aktivitas berlembaga mahasiswa menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh seluruh organisasi mahasiswa, termasuk LKIMB UNM.
Sebagai lembaga yang dikenal dengan sebutan “lembaga sejuta ideologi”, LKIMB berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pandangan dan latar belakang. Kepengurusan ke depan akan berupaya menyusun wadah-wadah dialog untuk menampung serta menyalurkan gagasan dari berbagai pihak.
“LKIMB adalah lembaga sejuta ideologi, maka dari itu kami akan menyusun wadah untuk menampung pandangan dari berbagai pihak dan menyalurkannya,” ujarnya.
Awan juga menegaskan bahwa LKIMB terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang ras, budaya, maupun agama.
“Tanpa melihat latar, ras, budaya, dan agama, semua kami terima. Semuanya sama di mata kami. LKIMB hadir untuk menjadi wadah tersebut,” tegasnya.
Ke depan, kolaborasi internal menjadi harapan utama dalam membangun lembaga yang lebih besar dan berdampak. Seluruh unsur LKIMB diharapkan dapat saling mendampingi dan bekerja bersama.
“Harapan saya, bagaimana ke depan semua aspek dalam LKIMB dapat berkolaborasi dan saling mendampingi untuk bersama-sama membangun nama LKIMB jauh lebih besar,” ungkap Awan.
Menutup pernyataannya, Awan menekankan bahwa ilmu pengetahuan dapat diperoleh kapan saja dan di mana saja. LKIMB UNM dinilai sebagai wadah yang tepat untuk pengembangan keilmuan dengan menjadikan keberagaman sebagai sorotan utama.
“Ilmu pengetahuan bisa didapat di mana saja dan kapan saja. LKIMB UNM adalah wadah yang tepat untuk itu, dan keberagaman menjadi sorotan paling utama kami,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nuraini
*Editor: Muh Apdal Adriansyah







