PROFESI – UNM.COM – Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan Bootcamp Problem Solving sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam perkuliahan dan kehidupan kampus di Kampus FIP. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut dimulai pada Rabu (3-4/12).
Mahasiswa FIP UNM menginisiasi sebuah kegiatan yang bertujuan menciptakan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang dialami mahasiswa dalam proses perkuliahan.
Muhammad Nur Ikhsan Anugrah selaku panitia menjelaskan latar belakang kegiatan ini terangkat dari banyaknya persoalan yang terlihat di lingkungan kampus, khususnya di ruang perkuliahan. Kondisi tersebut mendorong kelompok mahasiswa yang terdiri dari tujuh orang sekaligus bagian dari pemenuhan tugas akhir mata kuliah untuk merancang kegiatan yang mampu menumbuhkan ide untuk menyelesaikan masalah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mengapa kami mengadakan kegiatan ini karna di lihat dari lingkungan kampus dalam perkuliahan banyak sekali permasalahan-permasalahan yang terjadi dan di alami oleh mahasiswa, nah dari itulah muncul ide kami untuk mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk penumbuh ide dalam mengatasi permasalahan yang terjadi.” jelasnya dalam pesan singkat Whatsapp.
Akrab di sapa Ikhsan, berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa lebih peka terhadap masalah yang terjadi di lingkungan kampus. Mereka juga berharap para peserta mampu menghasilkan ide-ide yang bermanfaat, memilih solusi yang tepat, serta berani menerapkannya tanpa ragu. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat ikut berperan dalam menciptakan lingkungan perkuliahan yang lebih baik dan produktif.
“Harapan kami kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan ini adalah mereka bisa menganalisis permasalahan permasalahan yang terjadi di lingkungan kampus dalam perkuliahan dan mereka mampu menghadirkan ide ide yang baik untuk menggugurkan atau menjadi solusi dari masalah tersebut dan berani mengimplementasikan solusi itu tanpa rasa ragu dan takut, berani menggugurkan masalah dengan solusi yang mereka rancang.” Harapnya dalam penutup wawancara. (*)
*Reporter : Muh Fachri Akbar D/Editor: St. Masyita Rahmi







