PROFESI-UNM.COM – UPA Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Workshop Penguatan Self-Regulated Learning bagi mahasiswa pada 12–13 Februari 2026 di Ballroom D Lt. 1 Menara Pinisi UNM. Salah satu peserta, Syaiful Ipul, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNM semester dua, membagikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan tersebut
Syaiful mengaku tertarik mengikuti workshop tersebut karena ingin meningkatkan kemampuan mengatur diri dalam belajar agar tidak mudah tertinggal dalam perkuliahan. Ia juga melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif dan sistematis.
Workshop Self-Regulated Learning Efektif Cegah Risiko Drop Out
Sebelumnya, ia pernah mengikuti seminar motivasi belajar, namun belum pernah mendapatkan materi yang secara khusus membahas manajemen belajar dan pengembangan self-regulated learning secara mendalam. Hal tersebut menjadi alasan kuat baginya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ipul menyampaikan bahwa sebelum mengikuti workshop, ia berharap memperoleh strategi belajar yang efektif serta cara mengatur waktu yang lebih baik. Harapan itu muncul karena ia menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara tugas, praktikum, dan kegiatan lainnya.
“Tantangan yang saya hadapi saat ini adalah membagi waktu antara tugas, praktikum, dan kegiatan lainnya agar semuanya bisa selesai tepat waktu.”
Menurutnya, kemampuan mengatur diri sangat penting bagi mahasiswa untuk menjaga konsistensi dan kedisiplinan dalam menghadapi tekanan akademik. Pengelolaan diri yang baik dinilai dapat membantu mahasiswa tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan tanggung jawab perkuliahan.
Selama workshop berlangsung, materi tentang self-regulated learning dan manajemen waktu menjadi bagian yang paling berkesan baginya. Penyampaian materi yang jelas, sistematis, beserta contoh nyata membuat peserta lebih mudah memahami isi pembahasan.
Ia juga mempelajari berbagai strategi baru, seperti membuat jadwal belajar yang realistis, menetapkan target mingguan, serta melakukan refleksi diri setelah menyelesaikan tugas. Sesi diskusi dan praktik dinilainya sangat membantu karena peserta dapat langsung mencoba strategi yang dijelaskan.
“Setelah mengikuti workshop ini, saya menjadi lebih sadar bahwa keberhasilan akademik tidak hanya bergantung pada kemampuan, tetapi juga pada konsistensi dan pengelolaan diri.”
Ia merasa lebih siap dalam mengatur waktu serta memprioritaskan tugas-tugas perkuliahan setelah memahami langkah-langkah konkret pada pemaparan dalam workshop. Menurutnya, kegiatan ini juga efektif untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan motivasi.
Syaiful berharap kegiatan serupa dapat berjalan secara berkala agar semakin banyak mahasiswa yang merasakan manfaatnya. Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana pengembangan diri.
Kegiatan seperti ini efektif untuk mencegah risiko drop out karena membantu mahasiswa memahami cara mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan motivasi serta rasa tanggung jawab terhadap studinya. (*)
*Reporter: Arya Dewa






