PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Bone Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertajuk ‘PGSD Mengabdi sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi’, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung pada 6 hingga 15 Januari 2026 di Dusun Dunru, Desa Pationgi, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Menyasar wilayah terpencil guna melihat sekaligus berkontribusi terhadap pemerataan pendidikan dasar.
Ketua Panitia PGSD Mengabdi, Syasya Nur Aisya, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Humas HMJ PGSD Bone. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan pada Sekolah Dasar sekaligus memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa. Sehingga bisa menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial. Selain itu, panitia juga mengadakan pembagian alat tulis, tas, dan Al-Qur’an.
Syasya menyebutkan bahwa respons masyarakat terhadap kehadiran PGSD Mengabdi sangat positif. Hal ini disebabkan wilayah tersebut jarang tersentuh kegiatan pengabdian mahasiswa.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat senang dan antusias karena lokasi tersebut belum pernah ada kegiatan KKN,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PGSD Mengabdi menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai calon pendidik.
“Menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang hadir dan memberi kontribusi nyata pada masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Syasya mengajak mahasiswa untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan berperan aktif sebagai agen perubahan.
“Mahasiswa bukan hanya penonton zaman, tetapi pelaku perubahan. Saatnya kita tidak hanya berkata ‘aku kuliah’, tetapi juga ‘aku berbuat’,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Rosdiana







