PROFESI-UNM.COM – Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Makassar (UNM) baru saja mengumumkan Hifzan Rijan dan tim sebagai pemenang juara 1 dalam lomba karya video kreatif pada event Library Fest 2025 (24/12). Library Fest 2025 sebuah event yang diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan UNM yang tujuannya agar mereka mengembalikan semangat literasi lewat karya video kreatif yang diperlombakan. Hifzan Rijal mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) sebagai juara 1 setelah memperoleh nilai akhir 470 point.
Mahasiswa JTIK Raih Juara 1 Lomba Video Kreatif Library Fest
Hifzan mengungkapkan bahwa dirinya tidak menaruh ekspektasi tinggi dalam perlombaan tersebut karena menilai para peserta lain memiliki kemampuan yang tidak kalah baik. Selain itu, ia juga harus membagi fokus dengan aktivitas perkuliahan. Meski demikian, Hifzan menegaskan bahwa dirinya selalu berpegang pada prinsip untuk percaya terhadap mimpi yang ingin dicapai.
“Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Saat mengikuti lomba, saya merasa lawan-lawan saya sangat hebat, sementara pada saat yang sama saya juga disibukkan dengan tugas akhir sehingga konsentrasi saya terbagi. Namun, saya selalu menanamkan prinsip bahwa ketika saya bisa memimpikan sesuatu, maka saya juga pasti bisa melakukannya,”ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hifzan mengungkapkan ketertarikannya mengikuti perlombaan tersebut karena konsepnya dinilai relevan dengan perkembangan media digital. Selain itu, menjadi ruang baginya untuk mengembangkan diri melalui karya konten. Ia juga mengaku memiliki minat dalam pembuatan konten dan kerap mengeksplorasi ide kreatif dalam bentuk visual maupun audio-visual.
“Saya tertarik mengikuti perlombaan ini karena konsep yang diangkat cukup relevan dengan perkembangan media digital saat ini. Selain itu, perlombaan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengembangkan diri, khususnya dalam menyalurkan ide dan kreativitas melalui sebuah karya konten,” ungkapnya.
Dalam penutupnya, ia berharap agar lewat kontennya, pesan yang diberikan bisa menjadi bahan refleksi bagi penonton. Selain itu, memberikan inspirasi agar mereka mulai memikirkan hal-hal sederhana yang ada disekitar mereka.
“Melalui konten yang saya buat, saya ingin menyampaikan bahwa hal-hal sederhana di sekitar kita memiliki makna yang penting apabila kita mampu melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas dan peka. Saya harap konten tersebut dapat memberikan refleksi bagi audiens,” tutupnya.
*Reporter: Andi Mappasoko RD/ Editor: Florencya Alnisa Christin







