[Opini] Mahasiswa atau Tim Sukses ?

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 28 Januari 2019 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Pemilihan Presiden atau Pilpres menjadi hal yang sedang hangat diperbincangkan, saling tebar pesona dan membangun citra menjadi senjata utama para kandididat.

Pemilihan Presiden 17 April 2019 yang sebentar lagi dilaksanakan mengundang perhatian karena saling lempar isu antar kedua kubu hingga membuat Pilpres memanas.

Kampanye untuk mendulang suara terus dilakukan yang tentunya bukan hanya dilakukan oleh calon saja namun juga tim sukses yang menjadi pion calon dalam menarik simpati rakyat dengan segala cara yang dianggap mampu menghasilkan banyak suara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekilas tidak ada yang bermasalah dalam kampanye yang dilakukan para tim sukses memajang foto dan mengkampanyekan keunggulan kandidat dukungan mereka hal itu lumrah terjadi, namun yang membuat penulis mengerutkan dahi adalah keterlibatan mahasiswa dalam mengkampanyekan calon kandidat.

Sebenarnya tidak ada masalah menjagokan salah satu kandidat itu hak politik untuk memilih , namun untuk menjadi kompor atau terlalu mengagung agungkan kandidat adalah hal yang tidak lumrah, pasalnya mahasiswa semestinya menjadi motor penggerak untuk berpolitik yang baik.

Suka sosoknya cukup dengan mempublikasi kebaikannya dan kalau menemukan keburukan dari kubu lain silahkan memberikan kritikan yang sebagaimana mestinya bukan malah menjadi kompor yang menjatuhkan dan lain sebagainya.

Baca Juga Berita :  [OPINI]: Demokrasi dan Jurus Lupa Ingatan

Mahasiswa seharusnya menjadi insan yang mampu berada diposisi mengawasi , mengkritik dan memberikan saran serta masukan pada pemerintah atas kebijakan yang ada, kalau mahasiswa sudah pihak memihak yah kerja kerja diatas akan menjadi terkendala, semestinya siapapun yang menjadi Presiden tugas mahasiswa jelas mengawal segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pada rakyat karena idealnya , sekali lagi idealnya mahasiswa sebagai perpanjangan tangan rakyat dan pemerintah.

 

Pemandangan yang saya temui beberapa mahasiswa menjadi begitu fanatik terhadap kandidat idolanya hingga lupa bahwa mereka tentu punya cela ,mereka tak berjalan sendirian ada banyak kepentingan dipundak mereka bukan hanya kepentingan rakyat namun juga kepentingan pribadi,kelompok dan golongan tertentu sebagai konsekensi politik apalagi dengan sistem multi partai dan berkoalisi.

Sebelum mengakhiri tulisan ini penulis mengajak mahasiswa dan seluruh pembaca untuk menjadi cerdas dalam merespon dinamika berpolitik, kita hanya melihat luaran saja yang dikemas rapi dan cantik hingga menarik, percaya atau tidak ada banyak kebohongan, pencitraan, dan kepentingan disana, tak ada yang perlu kita bela tak ada yang perlu kita hujat sebab yang bersalah akan tetap salah dan jangan membuat kesalahan dengan berbuat salah sebab menghujatpun bagian dari kesalahan.

Baca Juga Berita :  Mubes XX untuk Aklimatisasi dan Transformasi LK UNM

Sebagai warga negera yang baik harusnya apresiasi dan kritikan disalurkan dengan cara baik baik agar tersalurkan dengan baik, mahasiswa cukup jadi pengamat dan pengawal dinamika berpolitik sebab kita bukan tim sukses dan jangan lupa asas pemilu LUBER( Langsung, Umum, Bebas, Rasia) dan JURDIL ( Jujur dan Adil) semoga bisa diterapkan.

Mari menjadi warga Negara yang baik dengan tetap menjaga pemilu yang damai meski perang politik sedang bergejolak pesan penulis “jangan menuang minyak pada api yang berkobar sebab ia akan membesar dan membakarmu”.

Mari kritis untuk jadi cerdas Mari cerdas untuk jadi manusia Mari jadi manusia untuk memanusiakan Jangan sampai kita hanya menjadi budak yang disekolahkan tanpa pernah dimerdekakan


*Penulis adalah Besse Mapparimeng A.Lauce, Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), angkatan 2016

Berita Terkait

[OPINI] Kampus Adalah Arena, Masa Depan Sedang Dipertaruhkan
[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WITA

[OPINI] Kampus Adalah Arena, Masa Depan Sedang Dipertaruhkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Berita Terbaru

Ilustrasi Jalan Kaki Menjadi Salah Satu Olahraga Ringan, (Foto: Int).

wiki

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Jul 2026 - 04:25 WITA

Ilustrasi Terkait Penyebab Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya, (Foto: AI.)

wiki

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:27 WITA

Ilustrasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental (Foto: Ai.)

wiki

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:10 WITA

Potret Badrizah Al Azhar Dosen Muda Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026, (Foto: Int).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dosen Pendidikan Geografi Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026

Jumat, 24 Jul 2026 - 23:50 WITA