PROFESI-UNM.COM – Di era serba digital, mahasiswa jadi salah satu pengguna aktif media sosial, baik untuk urusan kuliah, organisasi, hingga hiburan. Sayangnya, tak sedikit dari kita yang masih asal sebar informasi tanpa mengecek kebenarannya. Padahal, kemampuan literasi digital sangat penting untuk menghadapi derasnya arus informasi di dunia maya.
Tantangan literasi digital di kalangan mahasiswa sebenarnya cukup kompleks. Bukan karena kurang cerdas, tapi karena kecepatan arus informasi sering bikin kita buru-buru percaya. Apalagi kalau sudah dibungkus dengan kata-kata bombastis atau menyentuh emosi langsung share tanpa sempat baca sampai tuntas.
Ada juga kebiasaan multitasking yang sebenarnya malah bikin kita kurang fokus. Scroll media sosial sambil ngerjain tugas, dengerin kuliah sambil balas chat grup, lalu buka link yang belum jelas asalnya. Kebiasaan ini bisa bikin kita gampang tertipu atau salah ambil informasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Supaya lebih waspada, kita bisa mulai dari hal sederhana: cek dua kali sebelum share, cari info dari sumber resmi (seperti website kampus atau akun terverifikasi), dan hindari menyebar konten sensasional yang belum jelas kebenarannya.
Mahasiswa juga perlu saling mengingatkan. Kalau ada teman yang share hoaks atau konten meragukan, jangan langsung sindir. Bisa kok dibicarakan baik-baik, kasih info pembanding, atau arahkan ke sumber terpercaya. Karena edukasi digital bukan tugas dosen atau kampus saja, tapi juga kita sebagai sesama pengguna internet.
Ingat, jejak digital itu nyata. Apa yang kita bagikan hari ini bisa berdampak ke banyak orang. Jadi yuk, jadi mahasiswa yang bukan cuma aktif di medsos, tapi juga cerdas dan bijak dalam menggunakannya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







