PROFESI-UNM.COM – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Forum Studi Islam (FSI) Raudhatul ‘Ilmi (RI) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar kegiatan Daurah 10 Hari Ramadhan di Masjid Ulil Albab UNM Parangtambung. Daurah ini akan berlangsung mulai tanggal 23 Februari hingga 05 Maret.
Kegiatan Daurah 10 Hari Ramadhan ini adalah kegiatan intensif tahunan LDK FSI RI UNM untuk menjadi wadah munculnya para penghafal quran, khususnya mahasiswa muslim UNM.
Kegiatan ini fokus kepada mahasiswa muslim untuk mendapat tambahan hafalan minimal 1 juz hafalan baru untuk menjadi fondasi jika suatu saat menjadi imam atau leader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Demisioner Ketua Umum LDK FSI RI UNM Periode 2025/2026 M, Muh. Naufal Ashari N, mengatakan fokus kegiatan nantinya adalah menambah hafalan sekaligus membenahi bacaan. Ia menambahkan akan ada feedback dari muhaffiz/pembina setelah penyetoran langsung.
“Fokusnya menambah hafalan, sekaligus membenahi bacaan, feedback diberikan oleh muhaffiz/pembina setelah penyetoran berlangsung,” ujarnya.
LDK UNM Harapkan Peserta Perkuat Identitas Keislaman
Naufal juga mengatakan, untuk target peserta kegiatan ini ada 30 peserta, yaitu 5 peserta umum, 5 penghuni pondok RI, dan 20 pengurus Lembaga Dakwah Fakultas se-UNM. Peserta juga wajib hadir pada ketiga waktu yang ada pada pamflet kegiatan.
“Targetnya 30 peserta, 5 Umum, 5 Penghuni Pondok RI, dan 20 pengurus lembaga dakwah fakultas se-unm” katanya.
Lebih lanjut, Naufal menjelaskan bahwa tidak ada kesulitan pada proses mempersiapkan kegiatan, namun terkendala dari segi Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menambahkan mayoritas panitia berasal dari demisioneris karena adanya masa transisi kepengurusan.
”Sebenarnya tidak ada kesulitan, alhamdulillah. Hanya yang menjadi masalah dari segi SDM, karena LDK ada di masa transisi kepengurusan, dimana ketua baru akan merekrut anggotanya pasca ramadhan, sehingga mayoritas panitia adalah demisioneris lembaga.” jelasnya.
Terakhir, Ia berharap semoga kegiatan ini dapat mampu menciptakan mahasiswa yang teguh dengan identitas muslimnya serta berpegang pada hafalan Al-Qur’an. Naufal juga berharap lahir kader-kader militan yang berkomitmen menegakkan kebenaran dan kebaikan.
”Semoga menciptakan mahasiswa muslim yang punya basic identity sebagai seorang muslim, dan memiliki hafalan al-quran sebagai pedomannya. Dan semoga lahir kader-kader yang militan, memperjuangkan kebaikan dan menegakkan kebenaran di tengah kampus umum tercinta, aamiin,” harapnya.(*)
*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri






