PROFESI-UNM.COM – Liga Mini Soccer Antar Pelajar SMP/MTS se-Kabupaten Pangkep tahun 2025 resmi ditutup dalam momentum yang menandai keberhasilan mahasiswa KKN-PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam menjaga ketertiban dan harmoni masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Bungoro ini menjadi bukti nyata pengabdian mahasiswa. Bnetuk pengabdian yang berperan aktif dalam mengawal pertandingan di tengah potensi konflik sosial.
Koordinator Kecamatan Bungoro, Assidiq Warista menuturkan telah memimpin jalannya kegiatan dengan profesionalisme tinggi. Ia memastikan setiap proses mulai dari penataan acara, pengaturan situasi lapangan, hingga pendekatan persuasif kepada peserta dan penonton berjalan lancar dan kondusif.
“Di tanah yang mudah membara, keberanian bukan tentang menantang api, tetapi memastikan api itu tak berubah menjadi amukan. Mahasiswa berdiri sebagai tameng harmoni, menjaga agar setiap dentum sorak tidak berubah menjadi konflik,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penutupan kompetisi juga dilakukan dengan pemberian penghargaan kepada tim-tim terbaik. SMPN 2 Labbakkang keluar sebagai juara pertama. Kemudian SMPN 1 Bungoro di posisi kedua, MTsN Shohwatul Is’ad juara ketiga, dan SMPN 1 Pangkajene di tempat keempat. Penghargaan individu juga diberikan kepada Argan sebagai top scorer, Ahmad Nur Fadil sebagai best player, serta Nur Khalis sebagai best goalkeeper.
Selain hasil kompetisi, Liga Mini Soccer 2025 meninggalkan nilai strategis bagi mahasiswa KKN sebagai pembelajaran dan acuan dalam pengelolaan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Pola koordinasi, mitigasi konflik, dan manajemen acara yang diterapkan menjadi pengalaman berharga bagi generasi pengabdian berikutnya.
Assidiq juga menekankan pentingnya integritas dalam pengabdian mahasiswa. Integritas ini mencakup nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan keberanian yang harus terus dijaga. Ini bertujuan agar pengabdian tetap bermakna dan berdampak positif di masyarakat.
“Pengabdian menuntut keberanian untuk tetap tegak ketika tekanan datang dari segala arah. Selama integritas menjadi perisai kita, tak ada tantangan yang mampu menggoyahkan langkah mahasiswa di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







