PROFESI-UNM.COM – Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ahmad Jamalong, menilai masyarakat tidak perlu membesar-besarkan penayangan film Pesta Babi di media sosial. Menurutnya, kehidupan beragama yang plural tetap berjalan dengan baik.
“Film Pesta Babi sudah tayang di media sosial sah-sah saja. Yang penting tidak mengganggu hidup beragama yg plural,” ujar Ahmad Jamalong.
Ahmad menegaskan masyarakat tidak perlu mempersoalkan film tersebut secara berlebihan. Ia juga tidak melihat penayangan film itu sebagai ancaman bagi persatuan bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi tidak perlu kita persoalkan. Tidak perlu kita melihat bahwa itu ancaman untuk disintegrasi atau intoleransi. Sebenarnya tidak ada masalah kalau bagi saya,” tuturnya.
Selain itu, Ahmad menanggapi kritik terhadap keterlibatan militer dalam pengamanan wilayah konflik. Ia menilai langkah pemerintah tersebut merupakan hal yang wajar karena kondisi keamanan belum sepenuhnya kondusif.
“Pemerintah kita itu melalui perpanjangan tangan melalui militer itu kan wajar, kenapa harus militer? Karena di sana kan memang dalam keadaan tidak aman. Jangankan itu, orang dan pekerja-pekerja yang dari jauh, yang bangun jalan untuk pembangunan mereka itu dibunuh di sana. Iya, makanya harus dibekali oleh militer,” tegasnya.
Ahmad mengajak masyarakat mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Ia berharap masyarakat dapat melihat manfaat program tersebut dalam jangka panjang.
“Ini program jangka panjang pemerintah yang harus kita sukseskan dan kita jaga, memang saat ini mungkin menurut masyarakat sana belum ada manfaatnya. Tapi mungkin paling besar nanti, karena sifatnya masih jangka panjang, dan yang penting, yang nanti akan menikmati pertama kan mesti masyarakat setempat,” pungkas Ahmad Jamalong. (*)
*Reporter: Rosdiana







