Ketua PGRI Sulsel Soroti Kondisi Realitas Pendidikan Nasional dalam Seminar Pendidikan Nasional 2026

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Hasnawi Haris sebagai pemateri Seminar Pendidikan Nasional, (Foto: Nadia Miftha Buata)

Potret Hasnawi Haris sebagai pemateri Seminar Pendidikan Nasional, (Foto: Nadia Miftha Buata)

PROFESI-UNM.COM – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Seminar Pendidikan Nasional. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pekan Parlemen Nasional (PPN).

Seminar ini mengangkat tema ‘Membaca Arah Pendidikan Dibalik Stabilitas Politik Kekuasaan’. Kegiatan ini terlaksana di Lt 2 Ballroom Teater Pinisi UNM pada Jumat (6/2).Selain itu, seminar ini menghadirkan Hasnawi Haris, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai narasumber.

Hasnawi dalam materinya mengungkapkan bahwa fluktuasi politik memengaruhi sistem pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fluktuasi politik memengaruhi sistem pendidikan nasional kita,” ungkapnya.

Ketua PGRI Sulsel Soroti Kondisi Realitas Pendidikan Nasional

Ia menilai belum adanya desain besar pendidikan yang berkelanjutan membuat kebijakan pendidikan. Pada saat yang sama, masih bergantung pada pihak yang berkuasa, baik pada tingkat daerah maupun nasional.

“Lihat sistemnya. Ada plus dan minus tentu dengan tata politik kita. Negara kita hari ini terus berubah, sehingga hampir tidak memiliki desain besar tentang pendidikan. Menentukan arah pendidikan lebih melihat siapa yang berkuasa,” tuturnya.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FBS UNM Aksi UKT, Ini Tuntutannya

Dalam penyampaiannya, ia menyoroti ketiadaan desain besar pendidikan menjadi salah satu kelemahan utama sistem pendidikan nasional.

“Ketiadaan desain besar pendidikan menjadi salah satu kelemahan utama sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, belum adanya arah pendidikan berkelanjutan menyebabkan kebijakan dan kurikulum sering berubah setiap kali. Sebab, setiap pergantian presiden maupun menteri Indonesia belum memiliki pedoman pendidikan jangka panjang.

“Nah, itu salah satu minusnya kita. Kita belum punya desain, termasuk pendidikan. Jadi, kalau ganti presiden, ganti menteri, maka ganti kebijakan dan ganti kurikulum. Ini yang tidak pernah kita miliki selama puluhan tahun. Sudah sekitar tiga dekade, kita belum punya desain pendidikan yang bisa menjadi cetak biru pendidikan kita dan kita jadikan pegangan,” sampainya.

Baca Juga Berita :  Pekerja Seni Kampus Bakal Pentas di Kingdom Lab Art Himabio

Hasnawi menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini berada pada tengah perubahan yang sangat pesat. Ia menilai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, hampir seluruh aktivitas manusia akan sangat bergantung pada teknologi.

Oleh karena itu, kesiapan menghadapi kemajuan teknologi menjadi hal penting agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Karena kita bicara pendidikan, saya ingin mengatakan bahwa dunia hari ini sedang mengalami perubahan yang luar biasa. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, hampir seluruh aktivitas kita akan terbantu oleh teknologi. Jika kita tidak siap menghadapi kemajuan teknologi, maka kita akan ditindas oleh perkembangan peradaban,” tutupnya. (*)

*Reporter: Nadia Miftha Buata

Berita Terkait

Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah
FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual
Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen
Milad ke-17, Aksara FIP UNM Hadirkan Konsep Teaterikal
LPM Profesi Hidupkan Kembali Lomba Setelah Vakum Sejak 2022
Hipma Gowa Komisariat UNM Gelar Nobar Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua
Ketua Umum Terpilih HMPS Pend. Ekonomi Tegaskan Pentingnya Solidaritas dalam Organisasi
Harumkan Almamater, HMSP FT Raih Dua Penghargaan di Ajang Civil Fest II
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:52 WITA

Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:48 WITA

FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:14 WITA

Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:11 WITA

Milad ke-17, Aksara FIP UNM Hadirkan Konsep Teaterikal

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:03 WITA

LPM Profesi Hidupkan Kembali Lomba Setelah Vakum Sejak 2022

Berita Terbaru

Potret Menteri Pertanian RI saat di Manado, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Hinaan dan Tekanan Antar Menteri Pertanian RI ke Posisi saat Ini

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:47 WITA