PROFESI-UNM.COM – Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Patittingi, mengajak seluruh sivitas akademika membangun budaya Mapaccing sebagai bagian dari kehidupan kampus. Ajakan itu ia sampaikan pada kegiatan Pencanangan UNM Mapaccing dan senam bersama yang berlangsung di Fakultas Teknik UNM, Selasa (4/8).
Farida menjelaskan gagasan Mapaccing telah lama menjadi perhatian yang ingin ia wujudkan. Ia ingin gerakan tersebut memberi manfaat nyata bagi generasi mendatang.
“Mapacci sudah lama saya berpikir apa yang bagus untuk berdampak yang baik untuk masa depan kita,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai setiap orang memiliki tanggung jawab menjaga bumi untuk anak cucu. Kepentingan bersama harus menjadi prioritas dalam setiap langkah pembangunan.
“Kita tidak bisa egois, tapi kita harus berpikir mewariskan ke depan, ke anak cucu kita,” katanya.
Menurut Farida, Mapaccing bukan hanya tradisi budaya, melainkan simbol kebersihan pikiran dan tindakan. Nilai itu juga menjadi pengingat agar manusia menghargai diri sendiri dan sesama.
“Mapacci ini mewakili seluruh daerah, ini sebagai konteks bersih dari pikiran dan tindakan kita,” tuturnya.
Farida menegaskan konsep Mapaccing mengajarkan manusia membersihkan segala sesuatu yang mengotori kehidupan. Langkah itu mencakup kebersihan diri, perilaku, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Konsep Mappaci membersihkan semua hal-hal yang tidak penting dan mengotori kita, baik raga maupun pada lingkungan kita,” jelasnya.
Ia mengapresiasi Fakultas Teknik UNM yang memiliki banyak area terbuka untuk penghijauan. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat mendukung penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan Mapaccing.
“Jadi Pak Dekan terima kasih, karena di sini banyak batu, jadi memang cocok untuk menanam pohon,” katanya.
Farida berharap mahasiswa baru mulai membangun kebiasaan mencintai lingkungan sejak memasuki UNM. Ia ingin kepedulian terhadap pohon dan alam menjadi budaya yang terus berkembang. “Kita himbau untuk mahasiswa baru, dari awal kita mencintai lingkungan, dan menyukai menjaga pohon,” ujarnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







