PROFESI-UNM.COM – Aktivitas padat di kampus membuat mahasiswa sering mengabaikan posisi tubuh saat belajar, duduk, maupun membawa perlengkapan. Padahal, kebiasaan sehari-hari yang tampak sederhana dapat memicu gangguan postur tubuh secara perlahan, mulai dari nyeri punggung, bahu kaku, hingga perubahan kelengkungan tulang belakang.
Salah satu kebiasaan paling umum adalah duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk. Ketika fokus mengerjakan tugas atau menatap hp, mahasiswa cenderung mencondongkan kepala ke depan. Posisi ini menambah tekanan pada leher dan punggung atas, sehingga otot bekerja lebih keras dari yang seharusnya.
Penggunaan tas berat pada satu sisi bahu juga menjadi kebiasaan yang sering tidak disadari dampaknya. Beban tidak seimbang membuat bahu miring dan otot punggung tegang. Penggunaan tas ransel dengan dua tali sebenarnya lebih aman, namun tetap perlu penngunaan secara seimbang agar postur tubuh tetap stabil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebiasaan belajar di tempat tidur bisa memperburuk postur. Permukaan yang terlalu lembut membuat tulang belakang tidak mendapatkan dukungan yang tepat. Bila dilakukan terus menerus, hal ini dapat memengaruhi struktur alami tulang belakang dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pinggang maupun leher.
Selain itu, mahasiswa yang terlalu lama menggunakan laptop tanpa penyangga atau menunduk saat menggunakan ponsel berisiko mengalami text neck. Kondisi ini terjadi ketika kepala condong ke depan terlalu lama, sehingga leher menahan beban lebih besar dari posisi normal. Gejalanya bisa berupa nyeri bahu, pusing, hingga kaku otot.
Minimnya aktivitas fisik karena padatnya jadwal kuliah juga memperlemah otot inti yang bertanggung jawab menjaga tubuh tetap tegak. Tanpa latihan ringan atau peregangan, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan rentan mempertahankan postur yang salah.
Kesadaran untuk menjaga postur tubuh perlu ditanamkan sejak dini. Menyesuaikan posisi duduk, meninggikan layar laptop, serta melakukan peregangan setiap 20–30 menit adalah langkah sederhana yang dapat diterapkan. Dengan kebiasaan yang lebih baik, mahasiswa dapat mencegah cedera otot sekaligus menjaga kesehatan tulang jangka panjang. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







