PROFESI-UNM.COM – Burnout menjadi kondisi yang sering dialami mahasiswa akibat tekanan akademik dan aktivitas yang padat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar tidak berdampak lebih serius.
Salah satu cara mengatasi burnout adalah dengan mengatur waktu secara lebih seimbang. Mahasiswa perlu membagi waktu antara belajar, istirahat, dan aktivitas pribadi.
Istirahat yang cukup menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental. Kurang tidur justru akan memperparah rasa lelah dan menurunkan konsentrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengurangi penggunaan media sosial juga dapat membantu menghindari tekanan berlebih. Hal ini penting agar mahasiswa tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Selain itu, menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga dapat meningkatkan energi tubuh. Kondisi fisik yang baik akan membantu menjaga stabilitas emosi.
Berbagi cerita dengan teman atau orang terdekat juga dapat meringankan beban pikiran. Dukungan sosial sangat penting dalam menghadapi tekanan sehari-hari.
Jika kondisi burnout semakin berat, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional. Konselor atau psikolog dapat membantu menemukan solusi yang tepat. (*)
*Reporter: Nadia Miftha Buata







