Jual Gorengan Hanya Untung 5 Ribu, Hasnani: Ini Sudah Cukup Membantu

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 10 Mei 2016 - 23:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurhasnani, mahasiswa Fakultas Teknik yang kesehariannya menjual pisang goreng untuk membiayai kuliahnya. (Foto: Int)
Nurhasnani, mahasiswa Fakultas Teknik yang kesehariannya menjual pisang goreng untuk membiayai kuliahnya. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Berjualan pisgor telah menjadi rutinitas sehari-harinya di kampus selama setahun ini. Nurhasni, tak seberuntung temannya yang hidup berkecukupan dengan orang tua yang selalu mampu memenuhi segala kebutuhannya selama kuliah.

Meskipun demikian, ia tak mau menuntut banyak kepada orang tuanya. Ia mengerti bagaimana keadaan orang tuanya yang hanya sebagai buruh tani di kampung. Karena tak mau menambah beban keluarga, akhirnya ia pun memutuskan kembali berjualan saat semester 4.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FT UNM Terpilih Jadi Duta Humas Polda Sulsel 2018

Karena terhambat modal, ia terpaksa menjual gorengan milik seorang ibu yang merupakan tetangga kosnya sendiri. Biasanya ia memesan tengah malam karena jadwal kuliahnya kadang juga tak menentu. Keuntungannya pun tak seberapa, bahkan terbilang sangat sedikit sekali hanya Rp 5 ribu perhari. “Meskipun untungnya hanya sedikit tapi ini sudah cukup membantu, dari pada tidak ada pemasukan sama sekali,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uang yang ia dapatkan selama berjualan ia manfaatkan sebaik mungkin, sisanya ditabung. Ia pun bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha nantinya. Mahasiswi kelahiran 23 Desember 1996 ini bertekad untuk bisa terus lanjut kuliah dengan biaya sendiri.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa PTIK UNM Ciptakan Alat Pengering Kaki Untuk Mesjid

Ia ingin melukiskan kisah dalam hidupnya sebagai anak yang mandiri dan tak lagi jadi beban orangtua. “Cukuplah saya menjadi anak yang mandiri, berjuang di perantauan tanpa menyusahkan orang tua lagi,” kisahnya. (*)


*Ratna

Tulisan Ini Terbit di Tabloid Profesi Edisi 203

Berita Terkait

Bukan Sekedar Mahasiswa Penerima Bantuan, Mahasiswa KIP-K Dituntut jadi Generasi Berprestasi
Perkuat Solidaritas Komunitas KIP Kuliah FT Gelar Capacity Building
Inovasi dan Usaha Hantarkan Baso Adam Raih Mawapres Satu FT UNM
Dari Gorontalo ke Makassar Semangat Peserta Hadiri Forum Wilayah 9 Teknik Mesin UNM
Bangun Personal Branding Lewat ICE Skill Up
Suciana Jadi Wajah Baru FT UNM Sebagai Duta Kampus
Dekan FT Dukung dan Siap Fasilitasi Mahasiswa Berprestasi
HIMATIK FT UNM Buka Donasi Korban Kebakaran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 03:49 WITA

Bukan Sekedar Mahasiswa Penerima Bantuan, Mahasiswa KIP-K Dituntut jadi Generasi Berprestasi

Sabtu, 1 November 2025 - 08:29 WITA

Perkuat Solidaritas Komunitas KIP Kuliah FT Gelar Capacity Building

Senin, 18 Agustus 2025 - 23:37 WITA

Inovasi dan Usaha Hantarkan Baso Adam Raih Mawapres Satu FT UNM

Selasa, 24 Juni 2025 - 19:36 WITA

Dari Gorontalo ke Makassar Semangat Peserta Hadiri Forum Wilayah 9 Teknik Mesin UNM

Jumat, 25 April 2025 - 14:46 WITA

Bangun Personal Branding Lewat ICE Skill Up

Berita Terbaru

Potret Pemimpin Umum periode 2025 menyerahkan mandat ke formatur terpilih, (Foto: Dok. Profesi)

LPM Profesi UNM

LPM Profesi UNM Tetapkan Ketua Formatur 2026

Minggu, 18 Jan 2026 - 22:02 WITA

Pelaksanaan kursus Mahir Dasar (KMD) 
(Foto : Ist.)

UKM

UKM Pramuka UNM Gelar Kursus Mahir Dasar Pramuka

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:00 WITA

Tak Berkategori

HPPMI Maros KOM UNM Sosialisasi PTN ke 25 SMA/MA di Kabupaten Maros

Senin, 12 Jan 2026 - 15:16 WITA