PROFESI-UNM.COM – Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Inaugurasi Mahasiswa Angkatan 2023 yang tergabung dari empat jurusan. Pada momentum ini, Rujian resmi ditetapkan sebagai identitas angkatan 2023 Fakultas Seni dan Desain (FSD). Kegiatan berlangsung di area Fakultas Seni dan Desain ini menjadi momen pengukuhan dan perayaan resmi bagi seluruh mahasiswa angkatan 23 sebagai satu ikatan keluarga besar FSD, pada Kamis (7/5).
Presiden BEM KEMA FSD UNM, Fadil Adinata D, Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Rujian yang terus menunjukkan eksistensi, kreativitas, dan gagasannya di lingkungan fakultas. Ia menegaskan bahwa inaugurasi bukan sekadar seremoni, tetapi momentum lahirnya ikatan batin antaranggota angkatan.
Menurutnya, terbentuknya satu angkatan tidak terjadi hanya karena berada pada ruangan atau kelas yang sama, melainkan melalui proses panjang. Dinamika yang tidak mudah serta kemampuan untuk tumbuh dan juga saling menguatkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbedaan itu perlahan belajar menemukan titik temunya. Angkatan terbentuk bukan hanya karena kebersamaan, melainkan karena berhasil bertahan dan tumbuh dari perjalanan yang mereka lewati bersama,” ujarnya.
Angkatan Rujian 23 memilih Qilin sebagai simbol identitas. Qilin, dalam ideologi Timur sebagai lambang keseimbangan dan kebijaksanaan, representasi harapan agar hal baik terus hadir dalam lingkungan FSD.
Fadil menekankan, mahasiswa FSD memikul tanggung jawab besar menyelesaikan perkuliahan sekaligus menjaga imajinasi untuk tetap hidup. Ia juga menegaskan, perlunya menjaga ruang ekspresi di FSD agar menjadi sarana tumbuhnya kreativitas mahasiswa.
“Mahasiswa FSD adalah generasi yang menjaga imajinasi tetap hidup. Ruang-ruang ekspresi seperti inilah yang harus kita jaga sampai akhir,” tambahnya.
Terakhir, Fadil berharap inaugurasi ini menjadi penghubung silaturahmi antar mahasiswa, fakultas, dan universitas. Ia menyampaikan selamat kepada seluruh pihak atas terlaksananya Inaugurasi Rujian 2023, sekaligus mengajak mahasiswa untuk terus mempertahankan semangat perjuangan.
“Biarlah hari ini menjadi penanda lahirnya generasi yang ingin dikenal bukan hanya karena nama, tetapi karena makna dan jejak yang ditinggalkan. Hidup mahasiswa!” harapnya (*).
*Reporter: Nurul Aenun Mardia







