PROFESI-UNM.COM – Kolaborasi mahasiswa dari tiga Program Studi Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) memproduksi sejumlah film animasi dalam proyek akhir mereka. Salah satu kelompok menampilkan film berjudul ‘Tatapan Ciko’. Penayangan kegiatan short movie motion graphic animation ini berlangsung mulai dari 18 hingga 22 Mei 2026.
Film “Tatapan Ciko ” merupakan garapan mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) melalui mata kuliah Motion Graphic. Sementara itu, mahasiswa Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) mengerjakan bagian audio, voice dubbing, instrumen, hingga soundtrack.
Tak ketinggalan, Prodi Animasi turut mendukung pembuatan dan menganimasikan aset-aset bersama tim dari Prodi DKV. Berbeda dengan kelompok lainnya yang menggunakan karakter manusia, film “Tatapan Ciko” berasal dari karakter antropomorfik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Produksi berencana segera merilis film animasi “Tatapan Ciko” di platform YouTube @GraVfloStudio bagi masyarakat yang merasa penasaran. Perwakilan tim produksi, Mahara Sri Ayuarti menjelaskan sinopsis cerita dan juga pesan utama dari film tersebut.
“Ceritanya mengangkat bagaimana pandangan orang secara umum bertemu dengan orang yang kena penyakit mental (skizofrenia) itu sebagai orang yang kerasukan. Kemudian kami tambahkan lagi bagaimana bad parenting dan bullying yang maksudnya itu membebani seorang anak dan memperburuk keadaan,” jelasnya.
Mahara juga menyebutkan tantangan yang tim hadapi dalam proses produksi film selama tiga bulan. Ia mengaku sempat terkendala waktu karena proses penyusunan naskah pada awal semester sempat tertunda.
“Anggota tim awalnya tidak saling kenal dan sulit menyesuaikan kebiasaan dan waktu kami yang berbeda-beda. Kemudian, harus memulai proses dari nol dan saat itu saya bilang, belajar motion teman-teman, itulah kami terapkan,” sebutnya.
Ia terharu melihat antusiasme penonton saat penayangan perdana di Auditorium FSD UNM. Mahara berharap penonton lebih jeli menangkap pesan mendalam yang tersirat, bukan sekedar terpaku pada akhir cerita film saja. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari







