PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) menggelar Seminar keberagaman. Seminar ini mengangkat tema” Merajut Kebangsaan yang inklusif: Dialog lintas Iman, Budaya, dan Gender Masa Depan” yang bertempat di Gedung Hall A.P Pettarani, pada Kamis (30/4).
Salah satu pemateri seminar, Takbir Mallongi menuturkan mengenai riset yang ia lakukan tentang keberagaman umat beragama di wilayah Sulawesi adalah Tana Toraja. Ia menyampaikan kerukunan umat beragama di daerah tersebut mengesankan.
“Salah satu riset saya itu adalah di Sulawesi Selatan ini, Tana Toraja. Mungkin Toraja salah satu daerah yang kerukunan beragamanya itu sangat bagus ya, sehingga kami kemudian riset ke sana” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai salah satu riset yang dilakukan adalah tongkonan yang dalam bahasa toraja artinya kampung. Ia juga menambahkan masyarakat toraja yang berada dalam satu kawasan tersebut hidup harmonis dengan berbagai macam agama.
“Tongkonan itu artinya kampung ya, kalau tidak salah dalam bahasa Toraja. Jadi, di situ adalah satu kompleks di mana di situ isinya itu adalah berbagai macam agama. Bahkan ada yang agamanya Hindu, Kristen, Katolik, Islam, tapi masyarakatnya bisa hidup rukun” jelasnya.
Terakhir, ia menutup dengan mengatakan riset yang dilakukan bukan hanya mengenai keberagaman umat beragama tetapi mencakup keberagaman tradisi dan gender di Indonesia.
“Jadi macam macam hal yang saya riset terkait dengan keberagaman umat beragama, termasuk juga keberagaman budaya dan gender di Indonesia. Akan tetapi, utamanya di Sulawesi. Dan saya sempat ke Sumba di NTT” tutupnya (*).
*Reporter: Muhammad Syarief







