PROFESI-UNM.COM — Isu kekerasan terhadap perempuan menjadi fokus pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa (Hima) Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM). Melalui kegiatan penyuluhan edukasi pada Kecamatan Rappocini bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar di Aula Kantor Rappocini, Sabtu (31/01).
Case Worker UPTD PPA Kota Makassar, Muh. Ahmad Jumain Fajar menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang nyata.
“Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan individu, tetapi menyangkut masa depan sosial dan kualitas hidup perempuan,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumain menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, baik pada kampus maupun dalam masyarakat.
“Mahasiswa bisa menjadi penghubung antara korban dan lembaga perlindungan, sekaligus penggerak edukasi yang kritis,” ujarnya.
Jumain menjelaskan kolaborasi HIMA AP FIP UNM dan UPTD PPA terlaksana sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan penyuluhan. Proses tersebut bertujuan untuk menciptakan edukasi yang kontekstual dan mudah masyarakat pahami.
“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian langsung karena menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama perempuan yang rentan terhadap kekerasan,” jelasnya.
Jumain mengakui tantangan utama dalam edukasi adalah stigma sosial dan anggapan bahwa kekerasan merupakan urusan pribadi.
“Tantangannya adalah stigma sosial dan anggapan bahwa kekerasan merupakan urusan pribadi,” pungkasnya.
*Reporter: Kirei Augusta Aunatullah Uzhma







