PROFESI-UNM.COM – Himpunan Enterpreneur Muslim Indonesia (HEMI) Resmi membuka Open Recruitment Koordinator Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) yang telah berlangsung pada tanggal 1 hingga 5 Maret 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan pada mahasiswa yang ingin belajar, bertumbuh, dan berkembang dalam berbisnis sejak mahasiswa.
Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Ayyub, mengatakan organisasi ini dibentuk berfokus pada upaya pencarian individu yang memiliki jiwa muslimpreneur di berbagai perguruan tinggi. Salah satu target utamanya adalah mencari mahasiswa di UNM untuk dipersiapkan menjadi perintis angkatan pertama di kampus tersebut.
“Hemi organisasi muslimpreneur yang baru tujuan utamanya untuk mencari individu-individu yang berjiwa muslimpreneur di kampus kampus yang ada salah satunya di unm untuk sebagai perintis angkatan pertama di tiap tiap kampus,”ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ayyub, menegaskan bahwa open recruitment ini terbatas dan hanya untuk 30 founder pertama. Menurutnya, pembatasan ini agar proses peningkatan kapasitas (upgrading) dan pembinaan awal dapat berjalan lebih efektif.
“Pembatasan kuota 30 orang ini agar proses upgrading berjalan lebih efektif. Mengingat tim kami di Sulawesi Selatan masih terbatas. Oleh karena itu, kami fokus pada pembinaan awal bagi para perintis ini yang nantinya akan memperluas jangkauan organisasi di UNM,”jelasnya.
Sejumlah keuntungan kepada peserta yang lolos akan mendapatkan berbagai benefit. Mulai dari pendanaan sekret, serta peluang beasiswa prestasi melalui tahapan lebih lanjut. Selain itu, juga akan mendapat fasilitas dengan akses permodalan usaha, bimbingan secara langsung melalui coaching hingga pembinaan islam secara rutin.
Dalam wawancara terakhir, ia mengungkapkan harapan kepada peserta yang bergabung nantinya mendapatkan pengembangan diri yang baik dari segi enterpreneurship hingga memiliki usaha.
“Harapannya teman teman yang nantinya bergabung bisa mendapatkan pengembangan diri baik dari segi enterpreneurship hingga memiliki usaha yang besar dan bisa mengenal praktik praktik bisnis yang sesuai dengan syariah islam,”tutupnya. (*)
*Reporter : Musdalifah







