Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Farida Aryani saat Menyampaikan Orasinya, (Foto: Ist.)

Potret Farida Aryani saat Menyampaikan Orasinya, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Aryani, memperkenalkan inovasi Teman Karir Inklusi dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar. Pengukuhan berlangsung di Ruang Teater Menara Pinisi UNM, Rabu (29/7).

Dalam pidatonya yang berjudul From Screen to Soul: Membangun Kesehatan Mental dan Career Well-being Generasi Muda Melalui Konseling Digital, Farida menyampaikan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan satu dari tujuh remaja usia 10 hingga 19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental.

“World Health Organization melaporkan bahwa satu dari tujuh remaja usia 10 hingga 19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Angka ini bukan sekadar statistik, angka ini adalah alasan mengapa saya berdiri di sini hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kedekatan generasi muda dengan teknologi belum tentu sejalan dengan kedekatan terhadap diri sendiri. Karena itu, Ia menilai konseling digital perlu adanya pengembangan sebagai ekosistem yang memadukan teknologi. Selain itu, juga kesehatan mental, pengembangan karier, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Konseling tersebut perlu kita kembangkan sebagai ekosistem yang memadukan teknologi, kesehatan mental, karier, dan nilai kemanusiaan dengan esensi kemanusiaan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Menelanjangi Egoisentrisme Negara dalam Labirin Pendidikan Nasional

Farida juga menegaskan bahwa kesehatan mental dan pengembangan karier merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, layanan konseling yang mudah menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda. Hal tersebut agar mereka mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus menentukan masa depan secara lebih baik.

“Karena itu, saya meyakini konseling digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkecil jarak antara masalah dan pertolongan,” tegas Farida. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
UNM Kukuhkan Enam Guru Besar dalam Rangkaian Dies Natalis ke-65
HMJ Kimia Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui BIM 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:17 WITA

Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi

Berita Terbaru

Foto Suasana saat Pertandingan Final Match ICE Sport MLBB Cup, (Foto: Ist.)

Fakultas Teknik

MLBB ICE Sport 2026 Rampung, Juara Bertahan Kembali Sabet Gelar Juara 1

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:23 WITA

Foto bersama saat pelaksaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Kampusiana

Edukasi Minat Bakat, Dosen FMIPA Gelar PKM di MA Ummul Mukminin

Kamis, 30 Jul 2026 - 19:00 WITA