PROFESI-UNM.COM – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Abdul Saman menyampaikan orasi ilmiah pada Pengukuhan Profesor Universitas Negeri Makassar di Ballroom Theater Menara Pinisi, Rabu (29/7).
Orasi ilmiah tersebut bertajuk “Peningkatan Psychological Well-being Generasi Digital: Transformasi Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Fear of Missing Out dan Kecanduan Media Sosial”. Ia memaparkan bahwa FOMO merupakan kecemasan yang muncul ketika seseorang merasa tertinggal dari informasi atau aktivitas orang lain di media sosial.
Tingginya penggunaan media sosial dinilai meningkatkan risiko kecemasan sosial. Serta, menurunkan penerimaan diri dan kualitas hubungan interpersonal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan hasil penelitiannya menunjukkan fear of missing out (FOMO), kecanduan media sosial, dan kecemasan sosial memiliki pengaruh nyata. Terutama terhadap psychological well-being pada siswa. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dunia pendidikan.
“Di tengah kemajuan teknologi digital yang begitu pesat, kesehatan mental peserta didik harus menjadi perhatian utama dunia pendidikan. Juga, penelitian yang saya paparkan menunjukkan bahwa fear of missing out, kecanduan media sosial, dan kecemasan sosial memiliki pengaruh yang nyata terhadap psychological well-being siswa,” tegasnya.
Ia menjelaskan semakin tinggi tingkat FOMO dan kecemasan seseorang, semakin rendah kualitas hubungan positif dan penerimaan diri nya. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya psychological well-being siswa.
“Hasil uji menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat fear of missing out dan kecemasan seseorang. Oleh karena itu, kualitas hubungan positif dan penerimaan diri cenderung menurun,”katanya.
Ia merekomendasikan penguatan self-acceptance melalui layanan bimbingan dan konseling agar siswa mampu mengenali, menerima, dan menghargai diri nya secara realistis. Selain itu, ia mendorong pengembangan positive relation, peningkatan literasi digital sehat untuk membantu siswa mengelola perilaku daring secara adaptif.
“Literasi digital sehat kepada siswa, guru, dan orang tua perlu mendapat edukasi tentang penggunaan media sosial secara bijak. Juga, dampak psikologis FOMO, serta menyiapkan layanan konseling berbasis teknologi,” tuturnya.
*Reporter: Musdalifah







