PROFESI-UNM.COM – Penyusunan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali berlanjut setelah Royan, mahasiswa Pertanian, menyatakan kesediaannya menjadi formatur BEM. Saat ini, Maperwa tengah melanjutkan tahapan administrasi sebagai bagian dari proses pembentukan kepengurusan baru, Pada saat wawancara Selasa (28/7).
Salah seorang sumber internal FT UNM dengan inisial D. Ia menjelaskan bahwa penetapan formatur baru merupakan tindak lanjut dari hasil verifikasi terhadap kandidat yang terpilih di pemilihan sebelumnya.
“Mekanisme pemilihan pada saat Musyawarah Fakultas (Mufak) sudah sesuai dengan aturan lembaga, namun setelah diverifikasi hasil mufak penetapan formatur ketua BEM ternyata tidak memenuhi syarat administrasi, khususnya syarat IPK minimal 3.00 sesuai dengan Peraturan Lembaga Kemahasiswaan UNM ” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan tim Lembaga Kemahasiswaan (LK) sudah berkoordinasi untuk mencari keberlanjutan kepengurusan BEM. Dari hasil koordinasi tersebut, salah satu mahasiswa jurusan pertanian, Royan menyatakan kesediaannya melanjutkan proses sebagai formatur BEM.
“Memang prosesnya memakan waktu karena kami perlu memastikan calon yang bersedia juga memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun saat ini sudah ada mahasiswa dari Pertanian, Royan, yang mengajukan diri dan siap menjadi formatur BEM,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa tahapan selanjutnya menjadi kewenangan Maperwa sesuai mekanisme organisasi. Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi sempat mengalami penyesuaian karena Ketua Maperwa terpilih sedang menjalani pemulihan kesehatan sehingga penyelesaian administrasi membutuhkan waktu lebih lama.
“Mereka sudah berjanji untuk merampungkan susunan kepengurusan pada akhir minggu ini. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pelantikan dapat dilaksanakan pada awal Agustus,” tuturnya.
Ia berharap seluruh rangkaian pembentukan kepengurusan segera rampung agar BEM FT UNM dapat kembali menjalankan fungsi organisasi dan program kerja sebagaimana mestinya. Menurutnya, kampus tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan dinamika kelembagaan melalui mekanisme organisasi yang berlaku.(*)
*Reporter : Muhammad Yusran







