PROFESI-UNM.COM – Dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Sofyan Basri, menekankan pentingnya mahasiswa memiliki pemahaman tentang politik. Menurutnya, kesadaran politik penting agar mahasiswa tidak hanya mengikuti arus dalam menentukan pilihan.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak harus terlibat dalam politik praktis ataupun bersikap pragmatis. Namun, mahasiswa tetap perlu memahami bagaimana politik bekerja karena banyak aspek kehidupan masyarakat yang ditentukan melalui kebijakan politik.
“Mahasiswa harus melek politik, tapi bukan berarti terlibat dalam politik praktis atau pragmatis,” ujar Sofyan Basri, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemahaman politik penting karena hampir seluruh kebijakan publik dibahas dalam ranah tersebut. Mulai dari kebijakan pendidikan hingga berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari, semuanya berkaitan dengan proses politik.
“Dari yang mau dimakan sampai yang dipakai, semuanya dibahas dalam politik. Termasuk anggaran pendidikan dan berbagai kebijakan lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti fenomena sebagian pemilih yang menentukan pilihan hanya karena pengaruh tren di media sosial. Padahal, dalam hal memilih pemimpin seharusnya didasarkan pada kapasitas dan integritas calon.
“Jangan sampai memilih pemimpin hanya karena joget-joget atau hal yang viral di media sosial. Yang harus dilihat adalah kapasitas dan integritasnya,” tegasnya.
Sofyan Basri menegaskan bahwa kesadaran politik tidak hanya penting bagi mahasiswa dari bidang sosial atau politik saja. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti pendidikan, teknik, maupun bidang lainnya juga perlu memahami politik karena kebijakan politik akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.(*)
*Reporter : Muhammad Yusran







