PROFESI-UNM.COM – Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) meraih penghargaan kategori Anugerah Pendidikan Tinggi SPADA Awards 2025 sebagai dosen dengan desain pembelajaran daring terbaik pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Penghargaan tersebut diumumkan di Gedung Kantor Kemendiktisaintek Jakarta pada, Jumat (19/12).
Penghargaan ini diberikan kepada Sella Marwani, Dosen FIP UNM pada mata kuliah Pembelajaran Online/E-Learning yang dikembangkan melalui platform SPADA Indonesia. Ia menerapkan model pembelajaran online sepenuhnya yang memungkinkan seluruh materi dan aktivitas pembelajaran disiapkan untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa.
“Pembelajaran daring yang dikembangkan di SPADA menerapkan model pembelajaran sepenuhnya online. Artinya, semua materi dan aktivitas sudah disiapkan tanpa metode tatap muka,” ujar Sella Mawarni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dosen FIP ini menjelaskan bahwa pembelajaran dilakukan melalui kombinasi platform SPADA Indonesia dan SYAMOK, serta dapat digunakan dalam model blended learning. Ia juga menyampaikan beberapa jenis konten pembelajaran juga disesuaikan karakteristik dengan siswa dan perkembangan tren teknologi.
“Ada kalanya siswa belajar di kelas secara luring serta, momen siswa belajar secara mandiri melalui SPADA Indonesia maupun SYAMOK. Konten pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa dan perkembangan teknologi agar memberikan pengalaman belajar yang kaya dan efektif,” ungkapnya.
Sella juga mengungkapkan bahwa pola ini sangat membantu karena fleksibilitasnya agar perkuliahan tetap berjalan walaupun ia tidak di kelas. Ia juga menyampaikan harapannya agar pembelajaran daring di Indonesia dapat terus berkembang dan meningkat secara kualitas.
“Semoga pembelajaran online atau daring di Indonesia bisa semakin diminati, karena tren pembelajaran online melalui kursus daring mulai berkembang dan diprediksi menjadi pola pembelajaran masa depan. Berharap juga dosen-dosen mulai mencoba mengubah mindsetnya bahwa LMS bukan hanya tempat untuk mengunggah pdf dan pengumpulan tugas, tapi bisa juga didesain dengan penuh interaktivitas melalui konten yang beragam dan sesuai dengan karakteristik mahasiswanya,” harapnya. (*)
*Reporter: Azizah Auliyah
*Editor: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh







