Desinta Barapadang: Setiap Lagu Memiliki Ciri Khas dan Sejarahnya Masing-Masing

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 30 November 2019 - 04:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Dalam memperingati Milad ke-VIII Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Panduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Pinisi Choir, Desinta Barapadang menjelaskan sejarah panduan suara dan teknik-teknik dasar panduan suara di Ballroom, Pinisi UNM, Lt. 2. Jumat (29/11)

Desinta Barapadang memaparkan terlebih dahulu mengenai beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam membentuk vocal/sound dari sebuah pengelompokkan paduan suara. Yang pertama dengan mengukur jangkauan dari semua anggota paduan suara.

Lebih lanjut, Ia mengatakan postur tubuh bernyanyi yang benar dengan berdiri tegak namun tidak tegang, dan kedua kaki dibuka selebar bahu.

Kemudian teknik pernafasannya dengan mengisi diagfragma lalu ditahan dan dikeluarkan dengan mendesis yang dilakukan secara berulang-ulang agar mampu menahan nafas dengan cepat dan menahannya selama mungkin.

“Kalau dia sopran satu, yang utama vocalnya harus terang, semakin tebal dan gelap maka dia menuju ke alto dan semakin rendah.” katanya.

Kemudian beliau juga menjelaskan sejarah jenis vocal dari zaman era 1300-1500 hingga ke jaman sekarang.

“Dalam Musica Sacra, terdapat 5 jenis lagu dari jaman yang berbeda-beda, yaitu Jenis lagu Zaman Renaissance era (1300-1500), Zaman Baroque (1600-1750), Zaman klasik (1750-1830), Zaman Romantic (1800-1900), dan Zaman Modern yang biasa orang sebut zaman bebas termaksud bernyanyi gaya POP, dangdut dan sebagainya.” Ucapnya

Baca Juga Berita :  Sintalaras Buat Inovasi Plakat dari Tutup Botol


Choir Master ini juga mengatakan setiap zaman pada setiap lagu dan nada memilki ciri khas dan sejarahnya masing-masing. Seperti pada zaman renaissance disebut juga lagu jaman gelap karena pembantaian kaisaran di Roma sehingga berpengaruh dalam cara menyanyinya.

*Reporter: Fitria Indah Sarasvati/ Editor: Fikri Rahmat

Berita Terkait

PMP-OMK XXIX Capai Puncak, LPM Penalaran Kukuhkan 46 Anggota Baru
Mubes Himasera FSD Resmi Tetapkan Formatur Ketua Umum Baru
Sindir Ketimpangan Kelas, Hima Manajemen Desak Pembenahan Gedung BU Lewat Workshop Advokasi
Hima Manajemen Gelar Workshop Advokasi Dan Riset Aksi
Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX
Ketua Formatur BEM FEB Resmi Terpilih Melalui Mufak XV
Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah
FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:03 WITA

PMP-OMK XXIX Capai Puncak, LPM Penalaran Kukuhkan 46 Anggota Baru

Senin, 6 Juli 2026 - 22:25 WITA

Mubes Himasera FSD Resmi Tetapkan Formatur Ketua Umum Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:18 WITA

Sindir Ketimpangan Kelas, Hima Manajemen Desak Pembenahan Gedung BU Lewat Workshop Advokasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:12 WITA

Hima Manajemen Gelar Workshop Advokasi Dan Riset Aksi

Senin, 22 Juni 2026 - 18:18 WITA

Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX

Berita Terbaru

Sampul E-TABLOID 297

E-Tabloid

E-TABLOID 297

Rabu, 15 Jul 2026 - 21:36 WITA

Potret Farida Patittingi Pada Sambutannya Wisuda Periode Juli 2026 (Foto: Dok. profesi).

Wisuda

Wisuda Periode Juli, Lulusan Terbaik Terima Hadiah Taplus

Rabu, 15 Jul 2026 - 01:49 WITA

Foto Mahasiswa Ekolibrium usai Melakukan TOT Pembukuan Keuangan Sebelum Turun ke Lapangan, (Foto:Ist.)

MP Ekolibrium

Ekolibrium FEB Siap Gelar P2M di Bulutana Malino

Rabu, 15 Jul 2026 - 01:01 WITA

Potret Farida Patittingi Pada Sambutannya Wisuda Periode Juli 2026 (Foto: Dok. profesi)

Kilas Kampus

Buka Program Fast Track, Kuliah S1 dan S2 Hanya 5 Tahun

Rabu, 15 Jul 2026 - 00:58 WITA