Cetak Atlet Beprestasi, FIK UNM Dinilai Masih Minim Perhatian Birokrasi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 17 Maret 2017 - 18:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon mahasiswa baru saat melakukan tes ujian mandiri di lapangan FIK beberapa waktu yang lalu - (Foto: Dok. Profesi)
Calon mahasiswa baru saat melakukan tes ujian mandiri di lapangan FIK beberapa waktu yang lalu – (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dinding kusam dan berlumut serta plafon berlubang. Seperti itulah tampilan sejumlah gedung di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM. Kendati menjadi lumbung atlet, sarana di fakultas tersebut seolah tak mendapat perhatian.

Tak bisa dipungkiri, sejumlah prestasi berhasil ditorehkan oleh mahasiswa FIK, mulai dari kancah lokal hingga internasional. Akhir tahun lalu, tim futsal UNM berhasil menjuarai turnamen futsal se-Asia Tenggara di Malaysia.

Sejumlah mahasiswa FIK juga berhasil menyabet medali pada Pekan Olahraga Nasional 2016 lalu di Bandung. Namun, fasilitas yang semestinya menjadi penunjang dalam perkuliahan di kampus Banta-bantaeng ini masih dinilai minim. Hal tersebut menjadi keluhan sejumlah mahasiswa, di antaranya Ketua himpunan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi SD FIK, Nur Alim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengeluhkan gedung senam yang tak layak pakai dan tak mendapat perhatian dari birokrasi kampus. “Plafonnya di atas sudah bolong, banyak yang rusak. Mungkin ini salah satu gedung yang letaknya agak jauh makanya kurang dikontrol dan diperhatikan,” keluhnya.

Baca Juga Berita :  Kesalahan Sistem, Beasiswa Bidik Misi Mahasiswa FIK UNM Dicabut

Bangunan gedung senam dibangun sejak 1996 itu tampak tak terawat. Dari luar perwajahannya kusam dan plafon telah beterbangan terbawa angin. Sementara kondisi dalam ruangan dipenuhi kayu lapuk reruntuhan jendela. Hal serupa juga tampak pada lapangan sepak bola.

Lapangan seluas 935 meter persegi itu terlihat tak pernah lagi tersentuh bola dan tergesek sepatu. Temboknya yang kokoh dipenuhi dengan lumut dan jamur. Di musim penghujan saat ini, jamur makin bertumbuh subur. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Putra Renaldi Sari menilai, hal tersebut dapat mengganggu keefektifan dalam melatih bakat di bidang olahraga.

Selain itu juga berdampak pada kesehatan dan keselamatan. Ia mengatakan, kondisi tersebut tak mencerminkan citra sebagai kampus pencetak atlet. “Itu stadion sepak bola tidak ada sekali perawatannya. Temboknya tidak pernah dicat, rumputnyatinggi, bisa-bisa orang jatuh kalau main disitu,” keluhnya.

Pun halnya dengan lapangan panahan yang bersebelahan dengan stadion sepak bola. Nyaris tak bisa dikenali. Rerumputan bak beradu tinggi, ditambah lagi tumpukan bebatuan yang kadang menghalangi jalan.

Baca Juga Berita :  Keterbatasan Fisik Tak Halangi Impian Supriadi Mengabdi di FIK UNM

“FIK tak punya tukang bersihbersih khusus. Itu makanya seperti ini. Kami masuk di sini tidak gratis, kami pun tentu menuntut hak, salah satunya kesejahteraan,” sesal ketua BKMF Bulutangkis periode 2015/2016 ini.

Bukan hanya sarana dalam beraktivitas di bidang olahraga, ruang seminar pun memiliki nasib sama. Jendela ruangan itu sudah tak ada yang utuh, pecah nan berantakan. Ruangan tersebut pun tak dilengkapi dengan alat pendingin. Padahaltempat itu masih digunakan ketika berlangsung perkuliahan, rapat, dan seminar.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD II) FIK, Hasmiati tak mau berkomentar. “Saya tak mau ditanya terkait apapun,” tegasnya.

Secara terpisah, Dekan FIK, Andi Ihsan mengatakan, kondisi gedung yang tak terurus sudah demikian sejak kedatangannya di fakultas tersebut. “Kita berada di lingkungan masyarakat yang sangat heterogen sekali. Itukan peninggalan, sekarang belum bisa dibenahi karena anggaran tahun ini belum cair,” dalihnya. (tim)


*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 210

Berita Terkait

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik
Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota
Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak
Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional
Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Seruan Republik Indonesia Sekarat, Soroti MBG hingga UU Perampasan Aset
Ramah Tamah FSD Periode Juni 2026, Plt Rektor Tekankan Optimisme dan Etika Lulusan
BRIN Dorong Rumah Inovasi Indonesia untuk Jembatani Kesenjangan Riset dan Industri
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:33 WITA

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik

Senin, 22 Juni 2026 - 18:09 WITA

Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 17:54 WITA

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:20 WITA

Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:17 WITA

Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah

Berita Terbaru

Potret Pamflet Pendaftaran Volunteer Kopma Festival 2026, (Foto:Int.)

Kopma

Kopma Festival 2026 Ajak Mahasiswa Jadi Volunteer

Senin, 22 Jun 2026 - 23:42 WITA

Potret Pamflet SI-KONSEN Manajemen, (Foto:Int.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen FEB Luncurkan SI-KONSEN, Permudah Mahasiswa Tentukan Konsentrasi Studi

Senin, 22 Jun 2026 - 23:31 WITA

Potret Sambutan Ketua Jurusan Seni  Rupa dan Desain, Irfan Ariffin dalam Pameran Tunggal, (Foto: Int.)

Fakultas Seni dan Desain

Suarakan Isu Lingkungan, Mahasiswa Seni Rupa Gelar Pameran Tunggal

Senin, 22 Jun 2026 - 23:12 WITA