PROFESI-UNM.COM – Berawal dari kepedulian terhadap terbatasnya akses pendidikan di daerah pelosok, gerakan sosial Prinsip.id kini terus bertransformasi menjadi wadah pemberdayaan pemuda yang berdampak luas. Gerakan yang fokus pada isu pendidikan, lingkungan, dan kesehatan ini kembali menggelar aksi nyata melalui program Batch 7 Nala 2026, pada 17 hingga 26 Juli 2026.
Kegiatan pengabdian kali ini berpusat di SDN No. 35 Lannying Kelas Jauh Parring-Parring, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng. Lokasi terpencil ini terpilih untuk memberikan ruang bagi para sukarelawan dalam menghadirkan perubahan nyata sekaligus merasakan pengalaman bermasyarakat yang mendalam.
Antusiasme mahasiswa untuk bergabung dalam gerakan ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada pendaftaran Batch 7 Nala 2026, Prinsip.id berhasil menjaring sebanyak 515 pendaftar. Pendaftar tersebut murni melalui publikasi konten di media sosial tanpa sosialisasi tatap muka di kampus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendiri Prinsip.id, Jabal Nur, mengungkapkan rasa syukurnya atas respons luar biasa dari para generasi muda. Alumni Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2017 tersebut menjelaskan bahwa Prinsip.id menghadirkan ruang pengabdian yang sangat berkesan bagi para mahasiswa.
”Pengalaman terjun langsung ke lapangan bersama Prinsip.id di daerah pelosok menyajikan suasana. Juga, dinamika yang jauh berbeda dibandingkan program KKN atau PKL biasa. Oleh karena itu, nilai pembelajaran dan maknanya terasa sangat mendalam bagi para peserta,” ujarnya
Prinsip.id Ajak Mahasiswa Mulai Mengabdi Sejak Semester Awal
Ia juga menyatakan bahwa para mahasiswa tidak perlu menunda niat pengabdian hingga semester akhir. Karena mereka dapat mengambil peran sebagai relawan sejak semester awal.
”Mahasiswa sebenarnya tidak perlu menunggu sampai memasuki semester akhir hanya untuk bisa mengabdi kepada masyarakat. Karena bahkan sejak berada di semester awal pun mereka sudah bisa mengambil peran nyata menjadi volunteer aktif di Prinsip.id,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai bahwa gerakan kerelawanan saat ini hadir sebagai alternatif bentuk gerakan sosial kontemporer bagi pemuda yang tidak hanya sekadar menyalurkan tenaga. Akan tetapi, juga melatih teamwork, jiwa kepemimpinan, dan empati sosial mahasiswa.
”Saya sangat berharap gerakan-gerakan positif seperti ini dapat semakin meluas ke berbagai daerah, sehingga seluruh mahasiswa mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai agent of change. Juga, social control melalui berbagai alternatif cara yang produktif serta berdampak nyata,” pungkasnya.
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri







