Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Farida Aryani Saat Penyampaian Orasi pada Pengukuhan Profesor UNM, (Foto: Int.)

Potret Farida Aryani Saat Penyampaian Orasi pada Pengukuhan Profesor UNM, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Aryani, menjadi salah satu dari enam akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar. Pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Teater Menara Pinisi UNM, Rabu (29/7).

Farida mengatakan bahwa pemanfaatan perkembangan teknologi itu penting untuk memperluas akses layanan konseling. Namun, menurutnya, penerapan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari proses pendampingan psikologis.

Baca Juga Berita :  Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah FIS Bantah Beri Sanksi Nilai Error

“Bagaimana konseling tersebut dapat menjadi sebuah sistem yang memadukan kekuatan psikologis dan teknologi masa kini, menjangkau generasi muda tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas, dan tetap menjaga etika serta esensi kemanusiaan di tengah pesatnya kecerdasan buatan?” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja akibat transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, konseling tersebut dapat membantu mahasiswa membangun kesiapan mental sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FIS-H UNM Bangun Kepedulian Lingkungan Lewat Green Camp 2025

Terkahir, Ia berharap pengembangan konseling ke depan tidak hanya mengikuti kemajuan teknologi. Akan tetapi, juga tetap mengedepankan empati, etika, dan keberpihakan kepada kebutuhan manusia sebagai fondasi utama layanan bimbingan dan konseling.

“Konseling digital perlu kita rancang agar mampu menjangkau seluruh generasi muda, termasuk penyandang disabilitas tanpa mengesampingkan etika dan nilai kemanusiaan di era kecerdasan buatan,” harapnya. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
UNM Kukuhkan Enam Guru Besar dalam Rangkaian Dies Natalis ke-65
HMJ Kimia Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui BIM 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:17 WITA

Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi

Berita Terbaru

Foto Suasana saat Pertandingan Final Match ICE Sport MLBB Cup, (Foto: Ist.)

Fakultas Teknik

MLBB ICE Sport 2026 Rampung, Juara Bertahan Kembali Sabet Gelar Juara 1

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:23 WITA

Foto bersama saat pelaksaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Kampusiana

Edukasi Minat Bakat, Dosen FMIPA Gelar PKM di MA Ummul Mukminin

Kamis, 30 Jul 2026 - 19:00 WITA