PROFESI-UNM.COM – Pada April 1976, Dewan Mahasiswa IKIP Ujung Pandang menerima undangan pertemuan nasional dari Dewan Mahasiswa IKIP Malang. Pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung di Malang pada 7 hingga 13 Mei 1976.
Panitia meminta setiap dewan mahasiswa mengutus Ketua Umum, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ketua Bidang Keputrian, dan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Merespons hal itu, Ketua Umum Dewan Mahasiswa, Abdullah Dolla, segera menggelar rapat pengurus harian.
Namun, kendala muncul saat itu karena LPM di IKIP Ujung Pandang belum terbentuk. Rapat akhirnya menyepakati utusan Dewan Mahasiswa, yaitu Abdullah Dolla (Ketua Umum), Ismail Faisal (Sekjen), Arifah Sulaiman (Ketua Bidang Keputrian), dan Umar Labetubung (Ketua LPM).
Dalam kesepakatan tersebut, Umar Labetubung secara khusus ditunjuk untuk menjabat sebagai Ketua LPM. Panitia pertemuan nasional juga mewajibkan setiap Ketua LPM membawa contoh buletin atau surat kabar masing-masing.
Merespons syarat tersebut, Abdullah Dolla merencanakan penerbitan buletin Dewan Mahasiswa IKIP Ujung Pandang melalui rapat pengurus. Dalam rapat itu, Abdullah Dolla mengusulkan nama “Profesi” untuk buletin mahasiswa IKIP Ujung Pandang.
Nama itu dipilih agar mahasiswa menjadi pendidik profesional sekaligus wartawan dalam mengemban tugas jurnalistiknya. Rapat pengurus juga berhasil menetapkan susunan Dewan Redaksi Buletin Profesi untuk pertama kalinya.
Jabatan Pemimpin Umum/Penanggung Jawab diamanahkan secara langsung kepada Abdullah Dolla. Sementara itu, Ali Latif ditunjuk untuk mengisi posisi Wakil Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi.
Guna memperkuat pengurus, posisi Redaksi diisi oleh Ismail Faisal, Andi Zainuddin M, dan Arifah Sulaiman. Anggota Redaksi lainnya yang turut serta adalah Prafda Parawi dan Haeruddin. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa








