Jejak Sejarah Almamater Kampus

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Poster Wiki Jejak Sejarah Almamater, (Foto: Int)

Potret Poster Wiki Jejak Sejarah Almamater, (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Jas almamater dikenakan hari ini, bukan hanya identitas kain penanda status kepesertaan didik di sebuah perguruan tinggi. Di balik pemilihan warna ikonik, lambang universitas yang tersemat di dada, atau kancing berlogo tersebut, tersimpan narasi sejarah yang panjang.

Jejak awal pakaian identitas kampus dapat ditarik hingga abad pertengahan di Eropa, tepatnya pada masa awal berdirinya universitas tua seperti Bologna dan Oxford.

Pada masa itu, tradisi jubah akademik ini bersifat sangat sakral dan eksklusif bagi kalangan akademisi menara gading yang didominasi kaum elit. Namun, situasi ini mulai bergeser ketika sistem pendidikan modern Barat mengadopsi potongan pakaian yang lebih praktis berupa jas atau blazer formal menjelang abad ke 19.

Adaptasi kultur blazer kampus ini kemudian masuk ke Indonesia bersamaan dengan berdirinya sekolah tinggi bentukan pemerintah kolonial Belanda.

Puncaknya, setelah Indonesia merdeka dan memasuki dekade 1950-an hingga era Orde Baru, universitas-universitas negeri mulai melakukan pembakuan dan memilih warna khas mereka masing .

Merespons membeludaknya aksi massa mahasiswa pada akhir dekade 1970-an, pemerintah sempat mengetatkan regulasi dan mengawasi penggunaan atribut kampus ini demi meredam gejolak politik.

Baca Juga Berita :  Trik Rahasia Begadang Sehat, Tips Ampuh Atasi Kantuk dan Tetap Fokus

Momentum besar ini membuat setiap kampus di Indonesia memiliki otonomi penuh untuk mendesain dan memaknai warna almamater mereka sendiri tanpa intervensi ketat pemerintah.

Memasuki era modern, penggunaan atribut ini terus disempurnakan bukan lagi untuk menonjolkan sekat antarkampus, melainkan sebagai wadah kolaborasi pemuda di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah dan institusi kini mendorong mahasiswa menjaga marwah jas tersebut melalui prestasi, guna memastikan esensi identitas akademik berjalan selaras dengan kemajuan zaman. (*).

​*Reporter: Muhammad Syarief

Berita Terkait

Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah
Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat
Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh
Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya
Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah
Kenali Jenis-Jenis Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus
Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan Mahasiswa
Tips Menghindari Kebiasaan Menunda Tugas Kuliah
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:51 WITA

Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:02 WITA

Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:25 WITA

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:27 WITA

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:10 WITA

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah

Berita Terbaru

Potret Abdul Saman saat Berikan Laporan pada Malam Penganugerahan Award, (Foto: Int.)

Dies Natalies

Dies Natalis UNM Berakhir, Ketua Panitia Ungkap Ketua Berikutnya

Minggu, 2 Agu 2026 - 22:05 WITA

Potret Farida Patittingi saat Menyampaikan Laporan Tahunan Plt. Rektor pada Kegiatan Upacara Perayaan Dies Natalis UNM ke-65, (Foto : Int.)

Agendasiana

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:37 WITA

Potret Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM saat Aksi Demonstrasi, (Dok. Profesi)

BEM UNM

BEM UNM Ikuti Munas BEM SI Meski Sebelumnya Nyatakan Mundur

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:33 WITA